Langsung ke konten utama

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....


Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....
berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter.

Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar.

Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral.

Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017).

Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV.

Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi.

Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah.

Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin.

Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi sesuatu yang buruk.

Dalam unggahan tersebut, Rina terlihat tidak mengenakan hijab dan membiarkan rambutnya terurai.

Perempuan kelahiran Bandung ini juga mengenakan gincu warna merah menyala di antara foto yang ia buat hitam putih.



Melansir video akun gosip @igtainment, Jumat (10/11/2017), akhirnya Rina angkat bicara.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan di dalam mobil, Rina menjelaskan alasannya melepas hijab.

Presenter yang juga jago nyinden ini menjelaskan bahwa keputusannya tersebut adalah keputusan yang diambil tanpa paksaan dari siapapun.

Rina menjelaskan kalau dirinya mengalami sebuah pengalaman batin yang tidak bisa ia jelaskan.

"Dari waktu aku pertama kali mau berhijab tidak ada paksaan dari pihak manapun, tidak ada kejadiaan apapun, dan pada saat aku ingin membuka hijabpun, menanggalkan hijab ini pun bukan karena ada paksaan siapapun bukan karena ada peristiwa yang menyakitkan atau apa, enggak sama sekali"

"Ada pengalaman batin yang sulit untuk dijelaskan, gitu. "

Meski tak menjelaskan dengan gamblan apa pengalaman batin tersebut, Rina mengaku ibu dan kakaknya sudah mengetahui hal itu. "Yang tahu detil-detilnya itu adalah ibu aku, kakak aku".

Rina juga menjelaskan bahwa keputusannya tersebut bukan karena masalah percintaan yang telah ia alami.

Rina meminta maaf untuk penggemarnya yang kecewa dengan keputusannya.

Meski demikian, Rina berharap apa yang terjadi bisa membawa hikmah.[berliannews.net/tri]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...