Langsung ke konten utama

11 Alasan Kenapa Penghafal (Hafidz) Al-Qur'an Sebaiknya Tak Perlu Kuliah di UGM


11 Alasan Kenapa Penghafal (Hafidz) Al-Qur'an Sebaiknya Tak Perlu Kuliah di UGM
berliannews - 1. Sudah jelas dalilnya, jadi Hafidz Qur'an itu jauh lebih keren daripada jadi alumni UGM. Lha ngapain musti ngotot pingin jadi alumni UGM... Ridho dan kemuliaan hafidz itu dijamin Allah di dunia dan akherat, lha kalau kemuliaan alumni UGM, siapa yang berani jamin ? 😎

2. Jadi Hafidz itu terbukti lebih cerah dan menjanjikan masa depanya daripada jadi alumni UGM. Buktinya, hampir tak ada hafidz yang pengangguran lho...lha alumni UGM?..itu masih banyak yang nganggur dan nglamar pekerjaan dimana-mana..😝 Setidaknya, hafidz masih banyak masjid yang butuh untuk dimuliakan menjadi imam sholat atau sekolah untuk ngajar ngaji.

3. Sorry ya...UGM sekarang bayarnya mahal, tak seperti dulu lagi. Bahkan UGM sudah diplesetkan orang-orang jadi "Universitas Guedhe Mbayare". Jadi hafidz itu kan sudah susah dan butuh kerja keras, masak masih suruh bayar mahal juga...😬

4. Daripada bayar mahal, mending hafidz qur'an lanjutin sekolah ke luar negeri saja. Itu, banyak kampus di Mesir, Turki, Arab Saudi yang membuka beasiswa gratis untuk para penghafal Qur'an.

5. Kalau ada jalur khusus untuk pengahafal Al-Qur'an, gimana kalau nanti yang lain juga minta jalur khusus pengahafal injil, taurat, zabur, tripitaka dan berbagai kitab suci lainya 😬 6. Ingat...UGM itu belum punya track-record memadai untuk urus para hafidz. Bayangkan jika jalur itu jadi dibuka dan banyak ponpes yang memobilisasi besar-besaran santrinya untuk menyerbu daftar ke UGM semua, bisa repot kan. Padahal tahfidz ini kan aset umat dan bangsa. Gawat kalau mereka salah urus juga oleh UGM.

7. Daripada urus para tahfidz, UGM mending kita kasih kesempatan dulu biar focus untuk bantu alumninya agar bisa urus negara dengan bener. Beri kesempatan untuk bikin prestasi yang membanggakan bagi UGM. Presiden kita sekarang alumni Kehutanan UGM, mantan rektor sudah turun tangan mau bantu jadi Sekretaris Negara, beberapa pembantunya menteri, juga alumni UGM. Ini momentumnya UGM, sangat mempertaruhkan kredibilitas UGM di mata dunia dan di depan Allah SWT. Jangan sampai nanti kalo mereka nggak berhasil, bakalan ngeles...lha kami mau focus urus negara, malah ini direcoki urusan tahfidz 😬 nggak asik kan ngelesnya

8. Jujur, saya justru kasihan kalau para tahfidz pada kuliah di UGM. Maaf beribu maaf, terlalu banyak godaan yang bisa meruntuhkan hafalan πŸ™ˆ. Banyak yang bening-bening dan menggoda disini πŸ™Šeh ups, banyak juga anak orang kaya yang gaya hidupnya kelas atas. Mereka ini pusing dikit, hobynya nonton dan nongkrong. Lha kalo para hafidz ikutan gaya hidup gitu, bakalan susah murojaahya πŸ™Š (ada trauma masa lalu, nyambung dengan nomer 11)

9. Kalau misal mau dilanjutkan prosesnya, yang bener itu semestinya UGM lah yang harusnya memohon-mohon dan menggelar karpet merah untuk para penghafal Qur'an ini. Dan para hafidz yang "jual mahal", bukan sebaliknya. Kalau perlu biar UGM datang ke pondok-pondok, beri undangan kehormatan. Kalau kita yang ikutan ngotot nuntut-nuntut begini koq bagi saya malah merendahkan derajat penghafal Qur'an. Lha jelas UGM yang semestinya lebih butuh dan seneng koq, malah kita yang jadi repot...😬

10. Di kantor saya yang dulu, gaji seorang hafidz yang ngajar tahsin untuk karyawan sepekan 3 kali, ternyata tak kalah dibanding gaji alumni S2 UGM yang masuk 6 hari sepekan dan kerjaanya jauh lebih menguras tenaga dan pikiran. Dan bahkan guru hafidz itu sudah diumrohkan dulu oleh perusahaan, sementara karyawan S2 UGM yang masa kerjanya jauh lebih lama itu belum diumrohkan. Gimana, enakan jadi tahfidz kan 😁 hehe

11. Yang terakhir ini, sorry sangat personal. Dulu kebetulan ada sohib deket saya hafidz lulusan Kudus. Trus dia kuliah di UGM. Naah...kebetulan, saya menjadi saksi betapa selama kuliah itu hafalanya jadi amburadul. Berat sekali perjuanganya untuk menjaga hafalanya itu. Mungkin banyak godaan dan sohib saya ini agak nggak tahan. Bahkang dia tak jarang harus pergi jauh naik ke kaliurang untuk sekedar merapal mantera hafalanya, eh...murojaah hafalanya. Jadi kalau alasan-alasan saya diatas kurang nyambung ya mohon maaf. Karena sejujurnya ada subyektifitas dan sedikit "trauma" masa lalu yang membekas.

Saya hanya berdoa, semoga dengan bikin siaran pers itu, tak lantas UGM dituduh jadi "penista Al-Qur'an". Gawat kalau ada yang tersinggung 😬 menganggap UGM tak memuliakan penghafal Al-Qur'an.

Salam damai ✌ πŸ˜„

Allahu Akbar


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Dunia Di Kejutkan : Paus Fransiskus Dukung Erdogan, Puji Resolusi PBB atas Yerusalem Dan Menolak Kebijakan Donal Trump

Dunia Di Kejutkan : Paus Fransiskus Dukung Erdogan, Puji Resolusi PBB atas Yerusalem Dan Menolak  Kebijakan Donal Trump berliannews - Dalam sebuah percakapan telepon pada 29 Desember, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Paus Fransiskus sama-sama memuji resolusi PBB minggu lalu yang menolak pengakuan A.S. terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel. Dilansir harian Turki Hurriyet Daily, Paus dan Erdoğan menggarisbawahi pentingnya upaya bersama untuk melindungi status quo Yerusalem, yang suci bagi Islam, Kristen dan Yudaisme, kata sumber dari Kepresidenan Turki. Awal pekan ini, Paus Fransiskus mendesak sebuah solusi dua negara yang dinegosiasikan untuk konflik Israel-Palestina dan meminta status quo Yerusalem dihormati untuk mencegah konflik lebih lanjut. "Mari kita berdoa agar kehendak untuk melanjutkan dialog dapat terjadi antara kedua belah pihak dan bahwa solusi yang dinegosiasikan akhirnya bisa tercapai, yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara di d...