Langsung ke konten utama

Alumni 212 Gelar Acara 1 tahun Aksi 411 di Masjid Al Azhar DKI Jakarta

Alumni 212 Gelar Acara 1 tahun Aksi 411 di Masjid Al Azhar DKI Jakarta
berliannews - Presidium Alumni 212 akan menggelar salat Subuh berjamaah untuk memeringati setahun Aksi Bela Islam 411. Salat Subuh akan dipusatkan di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran, Jakarta Selatan, Sabtu (4/11) mulai pukul 04.30 WIB.

Pembina Presidium Alumni 212 Kapitra Ampera mengatakan, dalam acara salat subuh berjamaah itu pihaknya mengundang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

"Ada (tokoh partai yang diundang), yang pasti dekat dengan umat Islam, seperti PKS, Gerindra dan PAN. Iya (Prabowo dan Amien) diundang," kata Kapitra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (3/11).

Aksi Bela Islam 411 mulai dikenal sejak 2016. Ketika itu ribuan massa turun ke jalan-jalan di Jakarta untuk memprotes pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap menista agama.

Kata Kapitra, sejumlah tokoh yang selama ini aktif dalam Aksi Bela Islam juga akan diundang. Namun, dia belum mengetahui tentang kabar kemungkinan kehadiran Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.

Kapitra menjelaskan, massa yang ingin ikut bisa langsung datang Masjid Al Azhar. Tak ada titik kumpul dan tak ada long march menuju masjid.

Setelah salat Subuh, kata Kapitra, acara dilanjutkan dengan ceramah. Diperkirakan acara tersebut selesai pada pukul 10.00 WIB.

"Kami enggak bisa memperkirakan berapa yang datang, tapi kami harap sebanyak-banyaknya," kata Kapitra.

Sementara, dalam poster acara salat Subuh Berjamaah tertulis pengajian tentang politik Islam bersama Pengajian Politik Islam (PPI) yang diketuai Hamdan Zoelva.

Acara peringatan setahun Aksi 411 juga akan digelar pada Minggu (5/11). Rencananya, panitia akan menggelar salat subuh berjamaah di Masjid Al Makmur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Setelah salat, akan long march ke Patung Kuda," kata Kapitra.[berliannews.net/bi24]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...