Langsung ke konten utama

Astaga!!....Bang Ucu yang Audiensi dengan Sandiaga Uno adalah Bekas Ahoker

Astaga!!....Bang Ucu yang Audiensi dengan Sandiaga Uno adalah Bekas Ahoker
berliannews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ditemui oleh sejumlah perwakilan warga Tanah Abang untuk membahas penataan kawasan Tanah Abang di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2017) kemarin.

Salah satu tokoh Tanah Abang yang ikut dalam audiensi itu adalah Muhammad Yusuf bin Muhi atau yang beken dengan sebutan Bang Ucu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TeropongSenayan, belakangan diketahui sosok Bang Ucu pada Pilkada DKI 2017 lalu, tak lain adalah bekas pendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat atau Ahoker.

Selama pesta demokrasi lokal DKI berlangsung, Bang Ucu begitu getol mengajak masyarakat Tanah Abang untuk memilih Ahok-Djarot.

Penelusuran redaksi, sesepuh Tanah Abang itu juga pernah secara langsung dan terang-terangan mengajak warga untuk mendukung Ahok-Djarot, tepatnya disela-sela tabligh akbar bersama para ulama, Minggu, 16 April 2017 silam.

Acara pengajian bertema mendoakan 'Pilkada DKI Jakarta tanpa gangguan' itu berlangsung tiga hari sebelum Pilkada DKI putaran kedua dimana Ahok-Djarot head to head melawan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada 19 April 2017 lalu.

Saat itu, Bang Cucu menyatakan warga Jakarta cerdas memilih pasangan calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) putaran dua 2017.‎

"Masyarakat DKI cerdas dan memilih pemimpin yang terlihat kerja," kata Bang Ucu di Jakarta Minggu (16/4/2017).

Bang Ucu menuturkan, masyarakat Jakarta menghendaki pemimpin yang komitmen untuk umat Islam tanpa intervensi dan intimidasi.

‎ Pada kesempatan itu, Bang Ucu juga menyerukan warga Tanah Abang Jakarta Pusat mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

‎ Bang Ucu menilai pasangan petahana itu telah terbukti memajukan DKI Jakarta melalui program yang pro rakyat.

Kini, setelah beberapa bulan pesta demokrasi lokal DKI selesai, Bang Ucu tampak langsung 'move ono'.

Hebatnya lagi, belum genap sebulan Anies-Sandi berkantor di Balai Kota DKI, Bang Ucu bisa langsung membangun komunikasi dan bersilaturrahmi dengan Sandiaga Uno.

"Saya Alhamdulillah ketemu perwakilan masyarakat Tanah Abang dan menerima masukan-masukan, tokoh-tokoh masyarakat, senior-senior yang selama ini aktif dalam memberdayakan masyarakat dan memberikan masukan tentang pola-pola penataan yang mudah-mudahan bisa lebih efektif ke depan," kata Sandiaga usai bertemu Bang Ucu di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2017).

Sandiaga mengatakan Bang Ucu dan rekan-rekannya yang menyambangi Balai Kota mempunyai informasi mengenai Tanah Abang. Informasi itu menjadi tambahan data dalam menata Tanah Abang.

"Hari ini kita dapat masukan dari masyarakat mudah-mudahan ini bisa perkaya data yang kami kumpulkan untuk membantu kita. Untuk memastikan kebijakan yang akan diambil itu sudah sesuai harapan dari warga," terangnya.

Sandiaga mengatakan Bang Ucu pernah juga diajak dalam melakukan penataan Tanah Abang. Bang Ucu menurutnya sangat mendukung penertiban Tanah Abang.

"Mereka bagian dari yang pernah ditertibkan, mereka semua mendukung kok," sebutnya. Sandiaga meminta warga tidak berpikir negatif terkait penataan Tanah Abang. [berliannews.net/bi24]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...