Langsung ke konten utama

Besok Rabu, Polisi Akan Beberkan Aliran Dana Korupsi Teluk Reklamasi

Besok Rabu, Polisi Akan Beberkan Aliran Dana Korupsi Teluk Reklamasi
berliannews - Para pejabat yang terkait megaproyek reklamasi Teluk Jakarta dipastikan tak akan bisa tidur nyenyak dan sport jantung setiap saat.

Sebab, Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya telah menemukan bukti adanya tindak pidana dalam proyek reklamasi.

Bukti tersebut ditemukan setelah polisi melakukan gelar perkara pada Kamis (2/11) lalu.

Dalam gelar perkara tersebut, ditemukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan,rencananya penyidik bakal mengagendakan pemeriksaan terhadap beberapa lembaga dijadikan saksi yang berkaitan dengan kasus itu.

“Kemarim suda 30 saksi kita periksa. Kemungkinan Rabu kita akan undang dari BPRD Prof DKI (Badan Pajak Retribusi Daerah). Kita akan klarifikasi berkaitan dengan pajak daerah,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (6/11).

Menurut Argo, sejauh ini penyidik sudah menemukan kejanggalan terkait proyek reklamasi tersebut.

Itu sebabnya, penyidik menetapkan kasus tersebut naik jadi penyidikan lantaran ditemukan ada unsur pidana. Yakni ditemukannya kerugian negara.

Untuk itu, lanjut Argo, pihaknya juga akan melibatkan BPK untuk mengungkap aliran dana reklamasi yang telah dikorupsi itu.

“Kita akan undang juga BPK. Kan dia yang lebih tahu soal kerugian negara itu,” ujar Argo.

Sebelumnya, polisi ikut turun tangan melakukan penyelidikan berdasarkan laporan tipe A yang dibuat polisi dengan nomor LP/802/IX/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 September 2017.

Polisi berinisiatif menengahi pro dan kontra di masyarakat terhadap proyek reklamasi.




Tidak hanya itu, penyidik juga telah mendapat keterangan saksi dilapangan dan telah mengumpulkan beberapa barang bukti yang cukup di lapangan setelah dilakukan penyidikan didapati ada unsur pidana korupsi pada proyek tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...