Langsung ke konten utama

Curhat Ketum PDIP Bu Mega: Wah Saya Mulai Ciut

Curhat Ketum PDIP Bu Mega: Wah Saya Mulai Ciut
berliannews - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengutarakan curahan hatinya di hadapan kader dan anggota DPP PDIP Provinsi Bali dan NTT.

Presiden Republik ke-5 ini mengatakan dirinya sempat ciut saat partai politik lain telah mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada 2018).

"Makanya mungkin kalau dilihat, partai ini gabungan partai ini sudah punya calon. Wah saya mulai ciut saja," ujar Megawati di kantor DPP PDIP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).

Ia mengatakan sebagai seorang ketua umum kemenangan bukan semata-mata untuk pribadi tetapi untuk kemenangan PDIP. "Saya tetap berpegangan sebagai ketum bahwa kemenangan ini bukan untuk orang itu tapi untuk PDIP. Karena sekarang ini faktornya adalah melihat rakyat sendiri," kata Mega.

Untuk itu, lanjut Megawati PDIP kini tengah menyisir pendukung milenial yakni pemilih muda berusia 17 tahun ke atas.

"Tentu saja generasi muda yang berumur 17 ke atas untuk pemilihan kali ini jumlahnya tinggi sekali. Kalau orang kenal secara umum. Bagaimana kalangan mudanya. Insyallah maka, dari ini bisa mengalami kemenangan," ujar Megawati.

Bertepatan dengan hari raya Kuningan Sabtu (11/11/2017) DPP PDIP mengumumkan secara resmi rekomendasi calon Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Bali.

I Wayan Koster dan Cok Oka Arthadan (Cok Ace) resmi diusung PDIP sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 Provinsi Bali.[berliannews.net/tri]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...