Langsung ke konten utama

Di Acara Tabligh Akbar Garut "Kesepakatan bersama": Pilih Pemimpin Jawa Barat yang Siap Bela Islam

Di Acara Tabligh Akbar Garut "Kesepakatan Bersama": Pilih Pemimpin Jawa Barat yang Siap Bela Islam 
berliannews - Di akhir orasinya pada Tabligh Akbar Garut, Sabtu (11/11/2017), Ustadz Bachtiar Nasir mengajak umat Islam untuk menyepakati memilih pemimpin muslim yang siap membela Islam. Ajakan itu disambut kesepakatan peserta tabligh akbar.

“Siap memilih pemimpin Jawa Barat yang siap membela Islam?” tanya Ustadz Bachtiar Nasir.

“Siiaapp!” jawab peserta tabligh akbar serentak.

“Bagaimana kalau calon pemimpin Jawa Barat kaya raya tapi tidak bela Islam? Pilih”

“Tidaakk!”

“Pilih?”

“Tidaakk!”

“Ada calon pemimpin (pembala Islam) tapi nggak punya duit, pilih?”

“Piliihh!”

Seperti diberitakan sebelumnya, Tabligh Akbar yang digelar di Lapangan Olahraga Kerkof Garut pagi tadi dibanjiri massa. Umat Islam berduyun-duyun menghadiri tabligh akbar yang sempat diwarnai penolakan itu.

Selain Ustadz Bachtiar Nasir, tampak sejumlah ulama menyampaikan orasinya di panggung utama tabligh akbar. Di antaranya adalah KH Ahmad Sobri Lubis dan KH Nonop Hanafi.

KH Ahmad Sobri Lubis adalah Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) periode 2015-2020. Sedangkan KH Nonop Hanafi adalah Pengasuh Ponpes Nurul Huda Ciamis yang juga penggagas Aksi Longmarch Ciamis-Jakarta pada Aksi 212 [berliannews.net/bi24]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...