Langsung ke konten utama

Dikejar Anggota BNN, Mobil Membawa 30 Kg Sabu Terperosok ke Solokan

Dikejar Anggota BNN, Mobil Membawa 30 Kg Sabu Terperosok ke Solokan
berliannews - Terjadi kejar-kejaran antara Petugas Badan Narkotika Nasional dengan bandar narkoba jenis sabu 30 kilogram jaringan internasional.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderap Polisi Arman Depari menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (5/11/2017) sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Medan-Banda Aceh, Kabupaten Aceh Tamiang, Banda Aceh.

Tersangka AB (18), hendak melakukan transaksi narkoba. Namun, berpindah-pindah tempat, sehingga terjadi peristiwa kejar-kejaran antara petugas BNN dengan AB. Saat itu, AB mengendarai mobil Honda Jazz bernomor polisi BK 1200 GO.

"Tersangka berusaha melarikan diri dengan mobil," ujar Arman melalui keterangan tertulis pada Minggu (5/11/2017).

Petugas mengejar mobil yang dikendarai AB. Pelaku panik. Tak dapat menguasai stir mobil, di tengah pengejaran, mobil yang dikendarai AB masuk ke selokan.

"Di tengah jalan tersangka mengalami kecelakaan dan mobilnya masuk parit, sehingga satu tersangka berhasil diamankan," ujar Arman.

Petugas BNN langsung melakukan penggeledahan di mobil yang ditumpangi AB. Petugas menemukan satu karung yang berisi 30 bungkus narkoba jenis sabu, "Kurang lebih 30 kilogram," ujar Arman.

Sementara itu, petugas masih melakukan pengejaran terhadap rekan AB yang lain, "Saat ini tim BNN masih melakukan pengejaran dan pengembangan terhadap tersangka lain," ujar Arman.[berliannews.net/tri]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...