Langsung ke konten utama

FAHRI HAMZAH Berkomentar Lagi soal Pernikahan Anak Jokowi


FAHRI HAMZAH Berkomentar Lagi soal Pernikahan Anak Jokowi
berliannews - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai hukum jadi seperti tidak berlaku dengan Presiden Joko Widodo yang mengundang lebih dari 400 tamu dalam pernikahan putrinya. Dia menyinggung aturan yang sempat dikeluarkan Menpan RB Yuddy Chrisnandi, yang hanya membolehkan pejabat mengundang paling banyak 400 orang untuk suatu hajatan.

"Dibikin bulan November 2014, sebulan setelah dilantik, jelas di situ (suratnya) hasil rapat kabinet. Tapi itu revolusi mental marak aja itu pejabat kalau kawinan segala macam, harusnya kan Istana bilang hei ini (surat) pernah ada," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 8 November 2017.

Fahri menilai aturan tertulis di Indonesia jadi seperti kalah oleh nego-nego. Dia menyebut aturan mengenai hajatan ini jadi seperti tebang pilih atau tidak mengenai semua pejabat.

"Hukum itu dinego-nego setiap hari. Kalau si ini boleh kena hukum, si itu nggak, sehingga hukum itu pandang bulu. Dan karena hukum pandang bulu, jadi yang menang itu yang banyak bulunya, atau monyet," ujar Fahri.

Dia juga meminta Jokowi juga berpegang dengan hukum yang sudah ditulis, termasuk terkait hajatan ini. Fahri meminta hukum tidak dipelintir untuk kepentingan pencitraan.

"Kadang-kadang hukum yang tertulis dan yang harus dipegang itu, harus kalah oleh basa basi kita," kata dia.

Sebelumnya Presiden Jokowi santai menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, yang mengatakan hajatan pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu, sebagai acara yang berlebihan. Bagi Jokowi, pernikahan putri semata wayangnya itu tergolong sederhana.

"Ya relatif, lah ya. Yang namanya sederhana, wong kita ini juga punya hajatan di kampung, ya kan," kata Jokowi, usai gladi bersih di lokasi pernikahan, Gedung Graha Saba, Solo, Selasa, 7 November 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...