Langsung ke konten utama

Gubernur Anies Baswedan Bakal Gratiskan Masuk Museum di Jakarta

Gubernur Anies Baswedan Bakal Gratiskan Masuk Museum di Jakarta
berliannews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menggodok rencana untuk mengratiskan masyarakat umum yang ingin berkunjung ke museum. Dengan kebijakan ini diharapkan ratusan museum yang ada di Jakarta bisa dimanfaatkan untuk menambah wawasan mereka.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan rencana penggratisan museum ini tidak hanya ditujukan bagi kalangan pelajar. "Bukan hanya pemegang KJP saja yang gratis tapi juga warga umum," katanya di Balai Kota DKI, Kamis (9/11/2017).

Langkah ini, lanjutnya, diharapkan bisa membuat museum yang ada di Jakarta ramai dikunjungi pelajar dan masyarakat umum. Ada lebih dari 100 museum dan kita ingin mengajak warga untuk memanfaatkan museum yg ada di Jakarta. Jadi jangan hanya tertuju pada satu tujuan tapi ada lebih dari 142 museum kalau enggak salah di Jakarta. Itu yang nanti akan kita rumuskan," urai Anies.

Agar pengunjung museum tertib, nanti dibuat aturan supaya pengunjung tidak tumpah pada saat tertentu saja. "Sebenarnya pengaturannya itu bisa berdasarkan usia jenjang pendidikan," tambahnya.

Anies menegaskan, sudah dari awal draf dibuat misalnya berbasis wilayah atau usia. Jadi masih tetap nyaman di datangi meskipun ada label gratis.

"Karena kalau ada label gratis tapi enggak ada aturan nanti museum langsung penuh luar biasa, tidak ada kenyamanan sama sekali," katanya.[berliannews.net/bi24]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...