Langsung ke konten utama

Ketauan Juga, Siapa Yang Membiayai Dakwah Ustadz Felix Siauw, Ternyata...

Ketauan Juga, Siapa Yang Membiayai Dakwah Ustadz Felix Siauw, Ternyata...
berliannews - Penceramah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an dan Majelis Dzikir “Karomah 13” di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Gus Nur membocorkan rahasia Ustadz Felix Siauw yang belum pernah terungkap: siapa yang membiayai?

Seperti dikutip ngopibareng, dalam berdakwah misalnya, Ustadz Felix tak menentukan tarif. Naik pesawat ke penjuru tanah air juga uang sendiri. Mobilnya pun, mewah dan baru. Dapat dari mana?

Menurut Gus Nur, melalui videonya yang baru diunggah di akun facebook pribadinya, Ustadz Felix tak dibiayai pihak luar.

“Sabar ya Ustadz Felix, sabar, antum ini China, antum ini sipit, tapi antum muallaf, antum Muslim, antum pendakwah, dan antum gak pernah pasang tarif kalau dakwah. Sekarang diperlakukan seperti ini, sabar ustadz.” kata Gus Nur membuka videonya.

Gus Nur menyebut kisah Ustadz Felix ini seperti kisah Rasulullah dan Pamannya yang non Muslim. Oh ya? Seperti apa?

“Aku kenal Ustadz Felix, aku pernah satu mobil sama Ustadz Felix. Ustadz Felix punya mobil mewah itu bukan hasil dari dakwah. Mobil itu dibelikan Papanya yang memfasilitasi dakwah. padahal Papanya Non-Muslim," jelas Gus Nur.

Papanya ini, terang Gus Nur, minta Ustadz Felix jangan pernah narik tarif ataupun terima upah saat berdakwah, biar Papanya saja yang membiayai. "Jadi semua biaya pengajian ditanggung Papanya, aku jadi teringat Rasulullah dengan pamannya (paman Rasul adalah seorang Non-Muslim)," terangnya.

Dan terbongkarlah sudah siapa yang membiayai Ustdz Felix Siauw dalam berdakwah, tak lain, Papanya sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...