Langsung ke konten utama

Mahfud MD : Setnov Dapat Keuntungan dari Laporan Penyebar Meme

Mahfud MD : Setnov Dapat Keuntungan dari Laporan Penyebar Meme
berliannews - Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD menilai ada keuntungan yang didapat Ketua DPR, Setya Novanto (Setnov), ketika melaporkan sejumlah akun media sosial yang diduga melakukan penghinaan atas dirinya. Menurut Mahfud, Setnov bisa saja memiliki sejumlah motif di balik pelaporan itu.

Mahfud menuturkan, Setnov berhak melaporkan sejumlah akun medsos tersebut, baik untuk tujuan membersihkan nama baik maupun membela diri. "Siapa yang boleh diadukan, siapa yg boleh dihukum ada undang-undangnya. Kita tidak bisa menghalangi dia (Setnov) untuk itu," ujar Mahfud kepada wartawan usai menjadi juri panel dalam seleksi caleg PSI, di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad (5/11).

Dia melanjutkan, kritikan yang disampaikan banyak pihak setelah Setnov membuat laporan ke Bareskrim Polri pun sudah diperhitungkan. Mahfud menuturkan, Setnov justru mendapat keuntungan bila dikritik.

"Dia mendapat perhatian orang dengan menjadi berita sensasional yang tidak pada substansi kepada apa yang dia lakukan, lalu berpindah ke soal pelaporan (pelaporan meme). Jadi saya kira tidak penting meributkan hal semacam itu. Biarin aja, gak usah diberitakan," tegas Mahfud.

Meski demikian, Mahfud juga menduga ada sejumlah motif atas langkah yang ditempuh Setnov. Pertama, Setnov bisa jadi memperingatkan sejumlah pihak agar tidak bersikap 'main-main'.

"Kedua, bisa juga untuk mengalihkan ke kasus ecek-ecek dari kasus utama. Itu kan delik aduan yg mungkin akan sulit pembuktiannya. Isu utama tetap soal KTP-el," tegas Mahfud.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri sedang menyelidiki berbagai akun media sosial yang dilaporkan oleh Setya Novanto karena diduga melakukan penghinaan. Dari 32 akun yang dilaporkan ke polisi, sembilan akun diduga telah melakukan penghinaan.[berliannews.net/rep]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...