Langsung ke konten utama

Mengejutkan!!....Pengakuan Saksi yang Pernah Menikmati 'Surga Lelaki' Hotel Alexis

Mengejutkan!!....Pengakuan Saksi yang Pernah Menikmati 'Surga Lelaki' Hotel Alexis
berliannews - Lantai tujuh Hotel Alexis di Jakarta Utara ramai diperbincangkan sebagai 'surga dunia' bagi para lelaki. Seorang pria yang pernah mengunjungi lantai itu memberikan kesaksiannya di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) tvOne. Menurutnya, pemeriksaan ketat dilakukan petugas keamanan sebelum pengunjung bisa menikmati hal-hal yang ada di lantai itu.

"Di lobinya itu ada sekuriti, kita diperiksa, handphone kita kemudian ditempel stiker di kamera depan, kamera belakang, stiker bulat warna putih. Stiker itu tidak boleh terlihat terkelupas, nanti bermasalah," ujarnya, Selasa, 7 November 2017.

Menurut saksi itu, usai diperiksa, pengunjung baru diperkenankan memasuki ruangan utama lantai tujuh. Di sana, para pengunjung dipersilakan bersantai di kolam rendam atau pun sofa yang tersedia. Seseorang lantas akan menghampiri pengunjung untuk mulai menawarkan jasa seks para wanita yang bekerja sebagai PSK di sana.

"Ada yang nyamperin kita, memberi tahu, ini impor, ini lokal. Kalau lokal sekitar Rp1 juta, impor Rp2,1 juta. Ada Uzbekistan, Thailand, Chinese," ujarnya.

Saksi itu menyampaikan, setiap pengunjung harus merogoh kocek yang dalam supaya bisa menikmati surga dunia Alexis. Selain membayar biaya untuk wanita, ada juga biaya hotel hingga biaya minum minuman keras.

"Di sana, kita bisa berendam dulu, ditemani wanita yang kita pilih. Selesai di sana (lantai tujuh), masuk ke kamar khusus untuk eksekusi langsung," ujarnya.

Sebelumnya di acara yang sama, pihak Alexis melalui juru bicara dan kuasa hukumnya, Lina Novita, membantah ada praktik prostitusi di Alexis.

Dia memastikan, manajemen Alexis Grup tidak pernah melanggar aturan, terkait pariwisata dari usaha hiburan yang mereka jalankan.

Karena itu, dia mempertanyakan kenapa Pemprov DKI masih memproses izin hotel dan griya pijat Alexis, padahal tidak ada kasus mengenai peredaran narkoba seperti di diskotek. Juga, mengenai laporan pidana prostitusi di hotel mereka.

Berikut video dibawah ini:



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...