Langsung ke konten utama

Pengakuan Jujur Jendral Tito Karnavian: Di Hotel Alexis Ada Prostitusi; Masih Ada Yang Berani Bantah?

Pengakuan Jujur Jendral Tito Karnavian: Di Hotel Alexis Ada Prostitusi; Masih Ada Yang Berani Bantah? 
berliannews - Alexis akhirnya tumbang di tangan Anies. Per 27 Oktober 2017, izin Alexis tak diperpanjang lagi.

Beberapa pihak tampak sangat kaget langkah tiba-tiba gubernur baru yang di luar dugaan secepat dan seberani itu menutup Alexis yang kesohor hingga manca negara.

Tal terima Alexis ditutup, mereka membantah ada prostitusi di Alexis.

Mereka sebetulnya kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu, akan praktek prostitusi di Alexis.

Padahal bahkan Tito Karnavian, saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya secara jujur menyatakan ada prostitusi di Alexis (seperti yang dilansir CNN Indonesia). Dan menyatakan polisi siap menindak Alexis tinggal menunggu instruksi dari Gubernur Ahok (yang ternyata tidak memberikan instruksi penindakan Alexis - tanya kenapa hehehe...)

Berikut kami kutip kembali berita CNN Indonesia pada 18 Februari 2016 (NB: Sebelum jadi Kapolri, Tito menjabat Kapolda Metro Jakarta Raya periode 12 Juni 2015 – 16 Maret 2016).

[18 Feb 2016]

Polisi Tunggu Instruksi Ahok Tindak Prostitusi di Alexis

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengaku masih menunggu perintah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menindak praktik prostitusi di Hotel Alexis, Pademangan, Jakarta Utara.

"Penindakan (praktik prostitusi Hotel Alexis) bagaimana nanti Pak Gubernur DKI. Kalau beliau (Ahok) sepakat, oke," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/2).

Tito juga membenarkan bahwa Hotel Alexis menyediakan jasa prostitusi. Tak hanya itu, Tito juga menyebut beberapa panti pijat yang tersebar di DKI juga menyediakan jasa prostitusi.

"Ada (prostitusi di Hotel Alexis). Di tempat panti pijat juga ada," ujarnya. Tito mengklaim prostitusi yang berlangsung di Hotel Alexis tidak mengganggu seperti yang ada di Kalijodo. Ia menuturkan, praktik prostitusi yang berlangsung di Hotel Alexis berjalan di dalam bangunan yang memiliki izin.

"Alexis itu tidak menggangu seperti daerah itu (Kalijodo), kan dia sendiri, bukan bangunan liar," ujar Tito.

Namun Tito menegaskan kepolisian siap jika Ahok sepakat untuk melakukan penindakan praktik prostitusi di hotel tersebut.

Ahok sebelumnya mengatakan salah satu lokasi yang kerap dijadikan praktik prostitusi adalah Hotel Alexis. Menurut dia tak ada yang mampu menghilangkan prostitusi di Indonesia, bahkan praktiknya merambah ke kawasan-kawasan yang terbilang mewah.

"Di Alexis itu lantai tujuhnya surga dunia. Di sana itu surga bukan berada di telapak kaki ibu, melainkan di lantai tujuh," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/2).

Ahok mengatakan informasi soal prostitusi di Hotel Alexis ia dapat dari bawahannya yang pernah mengecek langsung ke sana.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160217193236-12-111636/polisi-tunggu-instruksi-ahok-tindak-prostitusi-di-alexis/

JELASKAN? ADA YANG MAU ATAU BERANI BANTAH PERNYATAAN TITO?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...