Langsung ke konten utama

Perbandingan Antara Relawan Kondangan & Relawan Pejuang, Rakyat Tahu Mana Yang Cinta NKRI

Perbandingan Antara Relawan Kondangan & Relawan Pejuang, Rakyat Tahu Mana Yang Cinta NKRI
berliannews - Relawan, dan Perbuatan Omong Kosong Soal Pancasila

Dimana-mana, ramai mereka mengaku saya pancasila, saya bhineka tunggal ika dan saya bela NKRI.

Tapi pengakuan sok heroik itu terbukti banyak omong kosong belaka. Karena realitanya, 'Saya Pancasila' itu tidak tercermin dari penghargaannya kepada orang lain.

'Saya Bhinneka Tunggal Ika' itu, tidak mampu ditunjukkan lewat penghormatan mereka kepada perbedaan. Mental aslinya adalah 'Saya Bhinneka Tanpa Ika'.

Dan 'Saya Bela NKRI' ternyata cuma slogan gombalism. Karena terlihat jelas dari bangganya mereka ketika membuat cemoohan kepada orang yang berada diluar kelompoknya.



KALAU SUDAH BEGINI, SIAPA LEBIH PANTAS DISEBUT RELAWAN YANG SEBENARNYA?

Perbuatan baik atau kelakuan buruk yang ditunjukkan, membuktikan bahwa tak akan pernah ada RELAWAN YANG TERTUKAR.

"GANTENG-GANTENG RELAWAN" adalah sebutan manis untuk mereka yang jelas-jelas telah SUKARELA MEWAKAFKAN diri untuk rakyat.

TERSANJUNG, hanya pantas disematkan kepada relawan yang bekerja dalam diam, sepi dari sorot kamera, dan hening dari gegap gempita pencitraan media masa.









Begitulaah...

Lain ladang, lain belalang.

Lain relawan kondangan, lain pula relawan pejuang.

Lain lubuk, lain ikannya.

Lain yang kemaruk, lain pun yang ikhlas membantu rakyatnya.

✔JIKA MASIH ADA KEMUNGKINAN UNTUK BERUBAH, KUDUNYA PEMILIK PARA RELAWAN MULAI KINI SADAR:

KIAN SERING RAKYAT DIKADALI, SEMAKIN RAKYAT INDONESIA PINTAR DALAM MENILAI SUATU PERBUATAN.

Mau contoh makin pintarnya rakyat?

Rakyat ambil sembako kalian, tapi hatinya memilih yang lain.

Rakyat menerima kedatangan kalian, tapi lebih mengelu-elukan kehadiran kelompok lain.

Jadi rakyat yang sepertinya tenang mendengarkan itu, belum tentu melaksanakan apa yang kalian perintahkan.

✔Waktu terus berkejaran. Hari menjadi bulan, semakin mendekati 2019. Temperatur politik boleh panas, tapi kepalamu tetap

harus waras. Jangan setel relawan kalian bebas melakukan penistaan, cuma karena ada contoh macam iwan bopeng, steven tiko, dan laiskodat yang mulus tak tersentuh. Jangan sampai rakyat muak.

SADARLAH, RELAWAN ADALAH CERMIN WATAK PEMILIKNYA. BUDI PEKERTI RELAWAN ADALAH GAMBARAN AKHLAK PEMIMPINNYA.

Karena itu, perbuatan kasat mata Relawan yang terekam di dalam otak, mata, dan telinga rakyat itu, yang akan bekerja menentukan siapa pantas dihargai dan dipilih sebagai pemimpin di masa depan.

Oleh Agi Betha

(Wartawan Senior)

[berliannews.net/bi24]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...