Langsung ke konten utama

Persatuan Ulama Kiai Madura, Laporkan Ketua Umum PDIP Megawati Ke Polda Jatim, ini tanggapan PDIP

Persatuan Ulama Kiai Madura, Laporkan Ketua Umum PDIP Megawati Ke Polda Jatim, ini tanggapan PDIP 
berliannews - Ketum PDIP Megawati dilaporkan ke Polda Jatim. Yang melakukan pelaporan adalah M Ali Salim (39), seorang ulama dan juga pengasuh Ponpes Al Ishlah, Pamekasan.

"Ya saya melaporkan tadi siang pukul 14.00 WIB ke Polda Jatim. Saya mewakili ulama se-Madura," beber Ali yang nomor teleponnya tercantum di tanda bukti laporan.

Saat ditelepon kumparan (kumparan.com), Rabu (8/11), Ali mengaku sedang dalam perjalanan pulang.

"Itu soal pidato saat hari ulang tahun PDIP (Januari 2017), lengkapnya saya kurang paham. Soal kata meramalkan itu," beber dia.

Ali tiba-tiba bertutur, dia hanya lulusan SD dan selama ini menimba ilmu di pesantren. Jadi, untuk urusan hukum, Ali meminta mengontak pengacara yang mendampingi.

"Saya hanya disuruh mewakili ulama se-Madura, lalu tanda tangan. Tadi juga pas beri keterangan ke wartawan pengacara," beber dia.

Namun, selaku pelapor yang namanya tercantum di surat, Ali berharap laporannya diproses kepolisian. "Karena kata-kata meramalkan itu kurang sesuai dengan agama," beber dia.

kumparan kemudian diminta Ali mengontak pengacaranya yang bernama Andre. Setelah telepon ditutup, Ali mengirimkan pesan lewat SMS nomor telepon Andre. Sayangnyap onsel Andre sedang tidak aktif saat dihubungi.

kumparan lalu mengonfirmasi ke Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung. Lewat sambungan telepon, Frans membenarkan adanya laporan Ali ini ke Polda Jatim.

kumparan juga mencari tahu soal kalimat yang dilaporkan terkait pidato Megawati. Merujuk ke belakang, pidato Mega ini pernah juga dilaporkan ke Bareskrim oleh Imam Besar FPI Rizieq Syihab.

Pidato Mega yang menyebut 'mereka dengan fasih meramalkan kehidupan setelah dunia fana, padahal mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya,' kalimat itulah yang diperkarakan.

Sementara itu politisi PDIP Eva K Sundari yang dimintai tanggapan atas laporan ini menyampaikan, mereka yang melaporkan tidak melihat konteks pidato tersebut.

"Saya berada di sana, dan tidak ada hate speech sama sekali, malah sebaliknya menyesali hate speech karena membuat masyarakat terkoyak. Jadi pidato harus dilihat secara keseluruhan, yaitu ajakan untuk inklusif, tidak eksklusif karena Pancasila itu ada kesetaraan. Jadi isi keseluruhan adalah ajakan untuk menjalankan doktrin persatuan dari Pancasila," tegas Eva.



Eva juga menjelaskan, Megawati tidak punya reputasi hate speech terhaadap golongan masyarakat, apalagi terhadap umat Islam.

"Jadi melihatnya jangan sepotong, lalu lepas dari konteks. Tidak dikaitkan dengan keseluruhan pidato, atau konsistensi sikap sebelum-sebelumnya yang fokus pada misi politik agar PDIP sebagai Rumah Bersama Kebangsaan (yang jadi tema pidato saat itu). 

Aneh saja menyeru persatuan kok dituduh memecah belah. Mengajak berpolitik berkeadaban kok dituduh sektarian, apalagi Bu Mega sendiri muslim," tegas Eva.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Dunia Di Kejutkan : Paus Fransiskus Dukung Erdogan, Puji Resolusi PBB atas Yerusalem Dan Menolak Kebijakan Donal Trump

Dunia Di Kejutkan : Paus Fransiskus Dukung Erdogan, Puji Resolusi PBB atas Yerusalem Dan Menolak  Kebijakan Donal Trump berliannews - Dalam sebuah percakapan telepon pada 29 Desember, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Paus Fransiskus sama-sama memuji resolusi PBB minggu lalu yang menolak pengakuan A.S. terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel. Dilansir harian Turki Hurriyet Daily, Paus dan Erdoğan menggarisbawahi pentingnya upaya bersama untuk melindungi status quo Yerusalem, yang suci bagi Islam, Kristen dan Yudaisme, kata sumber dari Kepresidenan Turki. Awal pekan ini, Paus Fransiskus mendesak sebuah solusi dua negara yang dinegosiasikan untuk konflik Israel-Palestina dan meminta status quo Yerusalem dihormati untuk mencegah konflik lebih lanjut. "Mari kita berdoa agar kehendak untuk melanjutkan dialog dapat terjadi antara kedua belah pihak dan bahwa solusi yang dinegosiasikan akhirnya bisa tercapai, yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara di d...