Langsung ke konten utama

Polisi Ngeles Mengungkap Kasus Novel Baswedan, Cepat atau Lambat

Polisi Ngeles Mengungkap Kasus Novel Baswedan, Cepat atau Lambat
berliannews - Polisi masih butuh waktu dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, dalam pengungkapan sebuah kasus tentu bisa berjalan cepat maupun lambat. Contohnya, pada kasus KBRI di Paris 2014 silam. Dalam kasus itu, terlihat jelas siapa peletak bom yang terekam CCTV namun belum bisa terungkap hingga saat ini.

"Untuk pengungkapan kasus ada cepat atau lambat. Contoh seperti KBRI di Paris tahun 2004, itu ada bom. CCTV bagus, lebih bagus dari Indonesia, jelas siapa yang meletakkan bom disana. Sampai sekarang belum terungkap," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Dirinya menilai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) belum diperlukan. Pasalnya, Polda Metro Jaya memiliki progres dalam mengungkap kasus tersebut.

Kemudian, Argo mencontohkan kasus lainnya yang juga belum terungkap meski telah dibentuk TGPF seperti peristiwa Trisakti, kasus Munir, dan KPK - Polri (Cicak vs Buaya).

"Menurut saya, kalau yang berkaitan dengan hal-hal yang kasus lama belum terungkap, nanti masyarakat semua bisa meminta TGPF. Banyak kasus seperti di Jakarta Barat, ada pembunuhan satu keluarga, belum kami dapatkan pelaku, di Kebon Jeruk juga satu keluarga belum kami dapatkan, itu masalah waktu saja,"

ungkapnya. Argo memaparkan, pihaknya sudah melakukan konfrontasi dengan saksi yang melihat pelaku. Lalu dibuat sketsa untuk meneliti kecocokan wajah dengan pelaku yang melakukan teror terhadap penyidik senior KPK itu.

"Untuk saat ini, kami sudah konfrontasi dengan saksi, apakah benar sketsa sketsa seperti apa, wajah seperti apa. Kemudian, kami juga teliti kembali. Setelah dikroscek kembali, akan kami masukkan ke komputer. Nanti kami share, agar masyarakat biar tahu ada saksi yang melihat. Kami sedang meneliti foto atau sketsa yang dibilang oleh saksi," ujarnya.

Peristiwa penyiraman air keras terhadap wajah Novel terjadi enam bulan lalu, tepatnya 11 April 2017. Namun, hingga pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu belum terungkap.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang seusai menunaikan Salat Subuh di masjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.[berliannews.net/bi24]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Dunia Di Kejutkan : Paus Fransiskus Dukung Erdogan, Puji Resolusi PBB atas Yerusalem Dan Menolak Kebijakan Donal Trump

Dunia Di Kejutkan : Paus Fransiskus Dukung Erdogan, Puji Resolusi PBB atas Yerusalem Dan Menolak  Kebijakan Donal Trump berliannews - Dalam sebuah percakapan telepon pada 29 Desember, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Paus Fransiskus sama-sama memuji resolusi PBB minggu lalu yang menolak pengakuan A.S. terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel. Dilansir harian Turki Hurriyet Daily, Paus dan Erdoğan menggarisbawahi pentingnya upaya bersama untuk melindungi status quo Yerusalem, yang suci bagi Islam, Kristen dan Yudaisme, kata sumber dari Kepresidenan Turki. Awal pekan ini, Paus Fransiskus mendesak sebuah solusi dua negara yang dinegosiasikan untuk konflik Israel-Palestina dan meminta status quo Yerusalem dihormati untuk mencegah konflik lebih lanjut. "Mari kita berdoa agar kehendak untuk melanjutkan dialog dapat terjadi antara kedua belah pihak dan bahwa solusi yang dinegosiasikan akhirnya bisa tercapai, yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara di d...