Langsung ke konten utama

Presiden Turki Erdogan: ” Istilah ‘Islam Moderat’ Bertujuan untuk Melemahkan Islam “

Presiden Turki Erdogan: ” Istilah ‘Islam Moderat’ Bertujuan untuk Melemahkan Islam “
berliannews - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, mengecam istilah ‘Islam moderat’ pada hari Jumat(10/11), dengan mengatakan bahwa satu-satunya tujuan dari istilah tersebut adalah untuk melemahkan agama (Islam) itu sendiri, bukan menjauhkannya dari ekstremis.

Dalam sebuah referensi yang jelas mengenai ucapan dari Pangeran Mahkota Arab Saudi ,Mohammed bin Salman, Erdoğan mengatakan bahwa asal mula istilah ‘Islam moderat’ tersebut adalah dari dunia Barat.

Erdoğan berkata; “Istilah ‘Islam moderat’ sedang disebarkan lagi. Istilah ini adalah milik Barat. Sejatinya,tidak ada Islam moderat atau immoderate, Islam adalah satu. Tujuan penggunaan istilah ‘Islam moderat’ adalah untuk melemahkan Islam”.

Pernyataan Erdoğan ini disampaikan dalam acara kewirausahaan wanita yang diadakan di Dewan Penasehat Wanita dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di kompleks Istana Kepresidenan di Ankara,ibukota republik Turki.

Dalam sambutannya, Erdoğan juga mengkritik diskriminasi terhadap wanita Muslim. “Penggunaan jilbab secara bertahap telah dilarang di negara-negara Uni Eropa dengan menyebarkan propaganda sesat ditengah masyarakat, mencoba melarang wanita Muslim memasuki kehidupan sosial. Upaya ini secara nyata telah menindas wanita Muslim dan mengurung mereka di rumah mereka dan propaganda buruk ini terus menyebar seperti virus,” kata Erdogan.

“Saat ini, kebanyakan negara Uni Eropa secara aktif membatasi wanita Muslim untuk tidak bekerja dan mendapatkan akses terhadap pendidikan. Mereka yang mengajarkan kita pelajaran tentang hak asasi manusia, sayangnya kini bertepuk tangan untuk diinjak-injaknya hak asasi manusia yang paling dasar di negara mereka.”

Erdoğan juga mengatakan bahwa Turki telah menghabiskan dana sebesar $ 30 miliar untuk melindungi pengungsi dari Suriah dan Irak, sedangkan Uni Eropa yang telah berjanji untuk memberikan 6 miliar euro untuk para pengungsi, namun kenyataannya hanya memberi 800 juta euro sejauh ini.

“Karena negara maju (barat) mencari kedamaian dan kenyamanan dengan kebijakan keamanan yang ketat di balik tembok tinggi, Turki telah menyambut dan melindungi jutaan orang terlepas dari batas etnis, agama, bahasa dan sekte mereka” lanjut Erdoğan.
Baca Juga : Kata mereka penjajah di sebut " Radikal -Muslim Fanatik" tapi bagi bangsa indonesia mereka adalah pahlawan.
[berliannews.net/bi24]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Dunia Di Kejutkan : Paus Fransiskus Dukung Erdogan, Puji Resolusi PBB atas Yerusalem Dan Menolak Kebijakan Donal Trump

Dunia Di Kejutkan : Paus Fransiskus Dukung Erdogan, Puji Resolusi PBB atas Yerusalem Dan Menolak  Kebijakan Donal Trump berliannews - Dalam sebuah percakapan telepon pada 29 Desember, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Paus Fransiskus sama-sama memuji resolusi PBB minggu lalu yang menolak pengakuan A.S. terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel. Dilansir harian Turki Hurriyet Daily, Paus dan Erdoğan menggarisbawahi pentingnya upaya bersama untuk melindungi status quo Yerusalem, yang suci bagi Islam, Kristen dan Yudaisme, kata sumber dari Kepresidenan Turki. Awal pekan ini, Paus Fransiskus mendesak sebuah solusi dua negara yang dinegosiasikan untuk konflik Israel-Palestina dan meminta status quo Yerusalem dihormati untuk mencegah konflik lebih lanjut. "Mari kita berdoa agar kehendak untuk melanjutkan dialog dapat terjadi antara kedua belah pihak dan bahwa solusi yang dinegosiasikan akhirnya bisa tercapai, yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara di d...