Langsung ke konten utama

Ratusan WNA Asal Tiongkok Memadati Bandara Soekarno Hatta Menuju Kendari

Ratusan WNA Asal Tiongkok Memadati Bandara Soekarno Hatta Menuju Kendari
berliannews - Puluhan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok memadati penerbangan komersil dari Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta (Soeta) menuju Bandara Haluoleo Kendari, Kamis 3 November 2017.

Pada subuh sakit pukul 05.00 Wita, 3 November 2017, puluhan penumpang yang hendak berangkat ke Kendari memadati loket chek in maskapai Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten.

Dari ratusan penumpang itu, ada puluhan warga Tiongkok dengan ciri cukup mencolok. Mulai dari perawakan bermata sipit dan kurus tinggi, hingga bahasa yang digunakan, Mandarin.

Bahkan, satu dari mereka mengenakan pakaian ala pemain kungfu.

Baju dengan kancing ikatan bersusun di bagian depan, terlihat seperti seorang pendekar asal China, Wong Fei Hung.

Dipadu dengan celana sampai mata kaki dan sepatu ala pendekar dari negeri tirai bambu.

Umumnya masyarakat di Indonesia mengenal sepatu ini dengan sebutan sepatu Big Boss, karena sepatu tersebut dipopulerkan oleh Bruce Lee yang melejit lewat filmnya yang berjudul “The Big Boss”.

Ada pula yang menyebutnya dengan sebutan sepatu Chung Kuo atau sepatu China.

Melalui Gate 9 Bandara Soeta, mereka berangkat ke Kendari sekira pukul 05.30 Wib dengan menggunakan pesawat Lion Air Boeing 737-800.

Seorang warga Tiongkok yang coba ditanyakan menggunakan Bahasa Inggris, menunjukkan sikap yang tidak mengerti.

“No, no, no,” singkat warga Tiongkok itu menjawab pertanyaan jurnalis Inilahsultra.com yang kebetulan satu pesawat dengan mereka.

Di dalam pesawat, mereka hanya bercakap sesamanya menggunakan Bahasa Mandarin.

Tetiba di Bandara Haluoleo sekira pukul 10.20 Wita, puluhan warga Tiongkok ini terlihat dijemput oleh warga berkebangsaan Indonesia. Sebelum naik di mobil, mereka diminta berbaris. Tampak, satu dari rombongan itu adalah seorang perempuan.

Pegawai Bandara Haluoleo Rudi mengaku, hampir setiap hari ditemukan warga China yang berangkat atau pun tiba di Bandara terbesar di Sultra itu.

Kebanyakan, warga Tiongkok ini akan bekerja di beberapa perusahaan tambang wilayah Sulawesi.

“Ada yang ke Morosi (Konawe Sultra) ada juga yang ke Morowali (Sulawesi Tengah). Hampir setiap hari ada orang China,” katanya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman[berliannews.net/inis]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...