Langsung ke konten utama

Sandiaga Uno Isi Kegiatan Akhir Pekan Ini, Ikuti Second Change Fun Run Bareng Napi

Sandiaga Uno Isi Kegiatan Akhir Pekan Ini, Ikuti Second Change Fun Run Bareng Napi 
berliannews - JAKARTA - Wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ikuti lari gembira yang diselenggarakan Yayasan Second Change, Minggu pagi (5/11/2017) di FX Sudirman, Jakarta.

"Everybody need a second chance, semua orang layak mendapatkan kesempatan kedua," ungkap Sandiaga dalam sambutannya. Dia mengatakan, Fun Run ini merupakan Social Enterpreunership, upaya mengatasi permasalahan pembinaan narapidana yang ada di lapas seluruh Indonesia.

"Kita harus membantu dengan memberikan kesempatan kedua," katanya lagi penuh semangat, yang diamini oleh teriakan dan tepuk tangan seluruh peserta Fun Run.

Acara ini bertujuan untuk mengumpulkan donasi bagi supporting pembinaan narapidana di Indonesia.

Inisiator acara sekaligus pendiri Yayasan Second Chance, Evi Amir Syamsudin, mengatakan seluruh dana yg terkumpul dari acara ini untuk kepentingan pembinaan narapidana agar mereka dapat hidup produktif menuju integrasi ke masyarakat.

"Selama ini Yayasan Second Chance sudah membantu pameran napi craft, dan akan bekerjasama dg kelompok hotel besar utk memasarkan produk sandal hotel produk lapas salemba," tutur Evi.

Direktur Pembinaan Narapidana, Latihan Kerja dan Produksi Ditjen Pemasyarakatan, Harun Sulianto berterima kasih kepada yayasan Second Chance, yang selama ini aktif membantu pembinaan napi.

"Tugas pemasyarakatan adalah agar narapidana menyadari kesalahannya, tidak melanggar hukum lagi, dapat jadi warga negara yg baik dan berguna selama dan setelah menjalani pidana," jelas Harun.

"Acara Fun Run yang meriah ini juga sebagai bentuk partisipasi masyarakat, sehingga diharapkan ada dukungan dan sekaligus kontrol masyarakat untuk kebaikan pembinaan napi di waktu mendatang," lanjut Harun.

Acara ini diikuti sekitar 700 peserta dan dibuka oleh Wagub Sadiaga Uno dan mantan Menkumham Amir samsudin.

Ikut hadir juga mantan Menteri, Saleh Husein, Marie Elka Pangestu, dan Sekjen Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto.

Pada event meriah tersebut, ditjenpas menghadirkan hasil karya narapidana yang ramai diserbu pembeli. Kecap LPP Malang, Sambal Lapas Sidoarjo dan Kopi karya barista Rutan Cipinang.[berliannews.net/tri]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...