Langsung ke konten utama

Setelah Mempolisikan Warganet, Novanto Mengancam Akan Mempolisikan Pengkritiknya

Setelah Mempolisikan Warganet, Novanto Mengancam Akan Mempolisikan Pengkritiknya 
berliannews - Anda pernah mengkritik Ketua DPR RI Setya Novanto? Bisa jadi Anda akan berakhir di penjara karena ada ancaman yang dikeluarkan pengacara mantan tersangka kasus megakorupsi e-KTP itu.

Setelah sebelumnya melaporkan 32 pemilk akun media sossial dengan satu diantaranya sudah ditangkap, Ketua Umum Partai Golkar itu kembali mengeluarkan ancamannya.

Kali ini, ancaman itu ditujukan kepada para pengkritik politisi asal Bandung tersebut.

Lebih khusus, ancaman itu ditujukan kepada kader partai Beringin hitam itu, anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) yang selama ini dikenal kerap mengkritisi Novanto.

Ancaman itu disampaikan Fredrich Yunadi, kuasa hukum Novanto.

“Tentunya kami sebagai kuasa hukum akan menunggu instruksi ketua untuk segera mengambil langkah hukum sebagaimana pasal 27, 28, 32 UU 21/2008 jo UU 19/2016 dan 310, 311 KUHP,” tulisnya melalui pesan singkat kepada JawaPos.com, (grup pojoksatu.id) Minggu (5/11).

Adapun pasal itu merujuk pada UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencemaran nama baik dan fitnah.

Apalagi, GMPG menurut keterangan dari DPP Partai Golkar, bukanlah organisasi resmi di partai beringin tersebut.

Termasuk inisiatornya Ahmad Doli Kurnia yang telah dipecat keanggotaannya dari partai tersebut.

Karenanya, baik Doli maupun para anggotanya tidak memiliki kapasitas apa-apa untuk berbicara dengan mengatasnamakan dirinya sebagai GMPG.

“Oleh sebab itu, GMPG adalah organisasi liar. Harus diingat yang berkoar itu bukan anggota Golkar dan bukan organisasi Golkar resmi,” tegas dia.

Untuk itu, dia kembali mengingatkan agar anggota GMPG berhati-hati dalam berkomentar. Sebab, oknum tersebut bisa mereka tuntut atas pernyataannya terkait Setya Novanto.

“Yang dituntut pasti individu, tindak pidana itu dilakukan individu perorangan bukan kumpulan atau kelompok yang mengaku organisasi,” pungkas Yunadi.

Sebelumnya, Fredrich Yunadi juga menyuruh anggota GMPG Almanzo Bonara agar kembali belajar bahasa Indonesia terkait statment yang dibuatnya.

Menurutnya, keterangan Novanto dalam persidangan atas pertanyaan JPU KPK tidak dibantah oleh terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Coba teliti rekaman sidang kemarin, keterangan Bapak SN dinyatakan betul oleh terdakwa, dan tidak ada bantahan dari terdakwa,” ujarnya melalui pesan singkat kepada JawaPos.com (grup pojoksatu.id), Minggu (5/11).

Karenanya, jikalau pernyataan Novanto dianggap sebagai keterangan palsu, Almanzo diminta untuk kembali belajar Bahasa Indonesia.

“Sehingga yang berpendapat itu keterangan palsu kiranya perlu sekolah Bahasa Indonesia yang benar,” sindir Yunadi.

Dia lantas mengimbau kepada siapapun yang bukan ahli hukum untuk berhenti berkomentar terkait Novanto.

“Sebaiknya tutup mulut tidak perlu komentar,” tegasnya.

Sebab jika tidak, dia akan mempolisikannya atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Saya akan menuntut yang berkomentar sebagaimana tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik, tidak peduli siap latar belakang yang berkomentar tersebut,” ancam Yunadi.[berliannews.net/pkt]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Dunia Di Kejutkan : Paus Fransiskus Dukung Erdogan, Puji Resolusi PBB atas Yerusalem Dan Menolak Kebijakan Donal Trump

Dunia Di Kejutkan : Paus Fransiskus Dukung Erdogan, Puji Resolusi PBB atas Yerusalem Dan Menolak  Kebijakan Donal Trump berliannews - Dalam sebuah percakapan telepon pada 29 Desember, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Paus Fransiskus sama-sama memuji resolusi PBB minggu lalu yang menolak pengakuan A.S. terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel. Dilansir harian Turki Hurriyet Daily, Paus dan Erdoğan menggarisbawahi pentingnya upaya bersama untuk melindungi status quo Yerusalem, yang suci bagi Islam, Kristen dan Yudaisme, kata sumber dari Kepresidenan Turki. Awal pekan ini, Paus Fransiskus mendesak sebuah solusi dua negara yang dinegosiasikan untuk konflik Israel-Palestina dan meminta status quo Yerusalem dihormati untuk mencegah konflik lebih lanjut. "Mari kita berdoa agar kehendak untuk melanjutkan dialog dapat terjadi antara kedua belah pihak dan bahwa solusi yang dinegosiasikan akhirnya bisa tercapai, yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara di d...