Langsung ke konten utama

Soal Penolakan Ceramah, ini Tanggapan Menag

Soal Penolakan Ceramah, ini Tanggapan Menag
berliannews - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menilai seluruh umat Islam mempunyai hak yang sama untuk berceramah. Sepanjang cermah yang disampaikan sesuai dengan ketentuan isi ceramahnya tidak provokatif, tidak mengandung caci-maki, dan bukan ceramah yang menimbulkan konflik atau perpecahan.

"Kecuali kalau lalu kemudian ceramah-ceramah itu terbukti misalnya melanggar ketentuan, isinya provokasi, isinya memecah umat, baru lah kita membawanya ke proses hukum agar persoalan-persoalan itu diselesaikan secara hukum," ucapnya saat dihubungi, Selasa (7/11).

Lukman menyadari betul bahwa ceramah-ceramah itu menjadi sesuatu yang memang diperlukan oleh umat Islam. Karena itu, ia berharap semua pihak mampu memberikan kebebasan yang cukup bagi siapapun untuk mengadakan atau melakukan ceramah-ceramah keagamaan.

Ia pun mengimbau agar semua golongan tidak main hakim sendiri dalam menolak ceramah-ceramah yang diduga provokatif tersebut, apalagi dengan cara mengerahkan massa yang cukup besar. Karena, menurut dia, tindakan seperti itu dapat memecah persatuan umat Islam.

"Karena semuanya itu tentu akan sangat rawan sekali ditunggangi atau disusupi oleh pihak-pihak yang justru berkepentingan dengan perpecahan di internal umat," kata Lukman.

"Jadi tentu saya berharap kita semua menahan diri. Jadi masing-masing kita harus lebih mengedepankan bahwa sesungguhnya semua kita punya hak yang sama untuk menyampaikan ceramah-ceramah," ujarnya.[berliannews.net/khz]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...