Langsung ke konten utama

Solidaritas Umat Islam, Mengancaman Serius PDIP Di Pilgub Jabar, Jateng, Dan Jatim

Solidaritas Umat Islam, Mengancaman Serius PDIP Di Pilgub Jabar, Jateng, Dan Jatim
berliannews - Gerakan solidaritas Aksi Bela Islam akan menyapa Pilgub Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Secara eksplisit, Faizal Assegaf meyakinkan Aksi Bela Islam yang dimotori Habib Rizieq dan para ulama kritis sudah pasti akan lebih agresif dan ekspansif di Pilkada 2018.

"Kalau Pilgub Jawa Tengah kekuatan akan berimbang sehingga Megawati terlihat agak enteng. Tapi di arena Pilgub Jabar dan Jatim, PDIP akan menghadapi arus perlawanan serius dari gerakan Aksi Bela Islam," ujar ketua Progres 98 itu dalam keterangannya, Jumat (10/11).

Dan menariknya, lanjut Faizal, konsolidasi gerakan Aksi Bela Islam sampai sejauh ini belum melakukan gebrakan apapun. Tapi reaksi ketakutan dan kepanikan kian mencolok, menurut dia, ditunjukkan oleh Megawati dan PDI Perjuangan.

"Mega dan PDIP sadar bahwa kekuatan solidaritas Aksi Bela Islam adalah ancaman serius yang dapat memporak-porandakan agenda politik mereka di Jabar, Jateng dan Jatim," terangnya.

"Maklum, Megawati dan PDIP dicap oleh umat Islam sebagai kelompok pembela kepentingan konglomerat taipan dan loyalis pendukung narapidana penista agama alis Ahok," cetus mantan aktivis mahasiswa 98 itu.

Stigma negatif tersebut, suka atau tidak, Faizal menilai telah menempatkan PDIP sebagai barang haram dan menjadi musuh bersama umat Islam.

Kalaupun PDIP berpura-pura 'mesra' dengan segelintir tokoh Nahdlatul Ulama, hal itu dinilainya tidak akan mampu mengubah citra mereka yang terlanjur dinilai anti Islam. Terlebih Sekjen PDIP Hasto Kristianto yang merupakan orang dekat Megawati acapkali melontarkan pernyatan yang menyiram luka di hati umat.

"Saya kira, Prabowo Subianto, Habib Rizieq, Amien Rais, elite PKS dan para tokoh Islam nasional akan tampil memandu kebangkitan Islam di Jabar, Jateng dan Jatim," ujar Faizal, optimis.

Menurut dia, pertarungan Pilgub di tiga wilayah tersebut sangat menentukan formasi politik jelang Pilpres 2019. Namun, dia yakin bila umat Islam bersatu maka dipastikan Megawati, Jokowi dan PDIP akan keok.[berliannews.net/bi24]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...