Langsung ke konten utama

Ungkapan Ustadz Abdul Somad, terkait Walikota dan Gubernur yang Memuliakan Ulama

Ungkapan Ustadz Abdul Somad, terkait Walikota dan Gubernur yang Memuliakan Ulama
berliannews - Dalam ceramahnya di Padang, baru-baru ini, Ustadz Abdul Somad mengungkapkan adanya pemimpin-pemimpin di Indonesia yang sangat memuliakan ulama.

Terkadang, ada orang-orang yang kedudukannya di bawah pemimpin daerah, namun mereka tidak mau menghubungi ulama sendiri. Harus memakai asisten.

Dicontohkannya sebuah sekolah yang mengundangnya. Kepala sekolah menyuruh seorang asisten untuk menelepon Ustadz Abdul Somad. Sudah begitu, kata-katanya pun kurang pantas.

“Kira-kira Ustadz jam berapa bisa kami pakai,” kata Ustadz Abdul Somad menirukan asisten tersebut.

“Dipikirnya saya ini lelaki panggilan,” lanjut Ustadz Abdul Somad disambut tawa jamaah.

Namun, ada pemimpin-pemimpin yang tidak perlu menggunakan staf atau asisten untuk menghubungi ulama. Ustadz Abdul Somad menyebutkan, Walikota Padang Buya Mahyeldi Ansharullah dan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi menghubunginya langsung tanpa asisten.

“Beliau (Buya Mahyeldi, red) satu-satunya walikota di dunia akhirat yang mau me-WA saya langsung,” kata Ustadz Abdul Somad.

“Walikota yang mau langsung (hadir pengajian bersama masyarakat) tanpa protokoler, inilah beliaunya. Hati siapa yang tak tersentuh. Maka jangan heran kalau beliau menang Pemilukada” lanjutnya.

Tentang Tuan Guru Bajang, Ustadz Abdul Somad mengatakan, “Gubernur se-Indonesia yang mau me-WA saya langsung tanpa staf, tanpa asisten adalah Tuan Guru Bajang.”[berliannews.net/bi24]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...