Langsung ke konten utama

[FINAL] Kalah Telak di PBB, Begini " Pesan Menusuk" Erdogan untuk Donal Trump dan Sekutu AS

[FINAL] Kalah Telak di PBB, Begini " Pesan Menusuk" Erdogan untuk Donal Trump dan Sekutu AS

berliannews - Presiden Turki, Tayyip Erdogan menyampaikan pesan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pesan ini terkait dengan ancaman yang disampaikan oleh Trump kepada negara-negara PBB, di mana Trump akan memutus bantuan kepada negara yang menyetujui resolusi mengenai Yerusalem.

Erdogan menyatakan, Trump tidak akan bisa membeli suara Turki dengan uang mereka. Dia menegaskan, dukungan Turki terhadap Palestina adalah mutlak dan tidak akan bisa digoyahkan oleh ancaman semacam ini.

“Trump, Anda tidak dapat membeli kehendak demokratis Turki dengan dolar Anda”, kata Erdogan dalam sebuah pidato di Ankara, seperti dilansir Reuters pada Kamis (21/12).

“Saya berharap dan berharap AS tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan dari sana (negara-negara PBB) dan dunia akan memberikan pelajaran yang sangat bagus untuk AS,” sambungnya.

Sebelumnya, Palestina menyatakan apa yang dilakukan Trump adalah sebuan bentuk pemerasan dan serangan langsung terhadap kedaualatan negara-negara anggota PBB. “Kami berharap negara-negara dunia akan menghadapi ancaman AS,” ucap juru bicara Fatah Osama al-Qawasm.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuturkan pihaknya dengan tegas menolak pembahasan resolusi mengenai Yerusalem di PBB, dan kembali menyatakan langkah AS sudah benar, karena menurutnya Yerusalem adalah Ibu Kota Israel sejak dahulu kala.
mdi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...