Langsung ke konten utama

Mengajak Menteri Susi "Ngantor di Kepulauan Seribu", Wagub Sandi : Kalau Tidak Nanti Ditenggelamkan

Mengajak Menteri Susi "Ngantor di Kepulauan Seribu", Wagub Sandi : Kalau Tidak Nanti Ditenggelamkan

berliannews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berniat mengajak Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, untuk menemaninya melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu. Hal itu disampaikan di sela-sela rapat kunjungan kerjanya di kantor Bupati Kepulauan Seribu.

“Laut adalah beranda kita. Saya connect dengan Bu Susi, Insyaallah dia akan gabung dengan kunjungan kita ke Pulau Seribu,” kata Sandi di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Seribu, Jumat (22/12).

Sandi mengatakan, alasan ia mengajak Susi untuk ikut melakukan kunjungan kerja Kepulauan Seribu untuk mengingatkan anak muda bahwa Indonesia adalah negara maritim yang kaya akan wisata bahari.

Tak hanya itu, Sandi juga mengajak jajaran pemerintahan Kepulauan Seribu untuk mengikuti rangkaian kerjanya pada kesempatan yang akan datang.

“Bapak ibu harus ikut. Pak Bupati harus ikut. Karena kalau enggak nanti ditenggelamkan,” canda Sandi.

Ia juga menjelaskan alasan kunjungan kerja ini didampingi oleh jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Sandi berharap ke depannya potensi pariwisata di Kepulauan Seribu dapat ditingkatkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan dapat menyejahterahkan rakyatnya.

“Kita harus mulai lihat revitalisasi transportasi dermaga, hubungan antara pulau dan pulau ke dermaga. Kita harus lihat efisiensi transportasi. Kita harus investasi,” ucap Sandi.

Walaupun menurutnya itu pekerjaan berat, namun Sandi yakin bahwa akan terjadi perubahan yang lebih di Kepulauan Seribu. Ia akan mengutamakan kepentingan dan keberpihakan masyarakat setempat dengan meningkatkan anggaran.

“Kita ingin setiap kunjungan ke sini ada arahan-arahan yang jelas yang bisa menyelesaikan masalah-masalah tersumbat. Misalnya regulasi, apa harmonisasi yang kita lakukan sehingga kerja berat dari Pak Bupati ini bisa dimudahkan,” kata Sandi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...