Langsung ke konten utama

Mengejutkan! Orasi Fadli Zon, Di Bela Aksi Palestina Beri Pesan Menohok untuk Jokowi

Mengejutkan! Orasi Fadli Zon, Di Bela Aksi Palestina Beri Pesan Menohok untuk Jokowi 

berliannews - Aksi Bela Palestina yang digelar di Monas, Jakarta, Ahad, 17 Desember 2017 diikuti oleh berbagai ormas, tokoh masyarakat, dan pejabat. 

Di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua MUI Ma'ruf Amin, Pimpinan DPR RI Fadli Zon, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat hadir di tengah massa.

Dalam kesempatan ini, Fadli Zon menyampaikan sambutannya di atas

panggung.

Mengenakan kafiyeh, Fadli Zon berorasi meminta Presiden Joko Widodo mengambil sikap tegas menyikapi polemik Yerusalem.

"Yerusalem adalah ibukota Palestina. Maka, saya mengimbau Presiden Indonesia agar mengatakan Yerusalem Ibu Kota Palestina," katanya di hadapan massa yang memadati Monas.

"Jangan hanya kita mengimbau, mengimbau saja. Jangan hanya prihatin, prihatin. Kita harus lebih dari itu," tambahnya.

Fadli Zon memberi usulan konkrit yang perlu dilakukan Presiden Joko Widodo, yaitu mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina.

"Yang lebih konkrit, Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina," teriaknya.

"Semoga perjuangan kita menjadi amal ibadah buat kita," tutupnya sebelum meninggalkan panggung orasi.

Dalam aksi bela Palestina, terlihat bendera Indonesia dan bendera Palestina dikibarkan massa di Monas.

Banner besar bertuliskan 'INDONESIA UNITES FOR PALESTINE' terlihat dibentang di panggung orasi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...