Langsung ke konten utama

PANIK! HAMAS Tidak Bisa Dikalahkan oleh ISRAEL Bila Tentara Israel Masih Takut Mati

PANIK! HAMAS Tidak Bisa Dikalahkan oleh ISRAEL Bila Tentara Israel Masih Takut Mati 

berliannews - Jika salah satu politisi Israel pernah mengatakan bahwa Netanyahu sudah gagal dalam perang melawan Pejuang Palestina di Gaza. Kini mantan Kepala Intelijen Mossad menyatakan bahwa Hamas tidak bisa di kalahkan dan dihancurkan.

Kedua pendapat diatas mempunyai keterkaitan yang bisa disimpulkan bahwa Israel akan mengalami kekalahan dalam perang melawan Hamas.

Mantan Kepala Intelejen Mossad Israel, Shabtai Shavit mengatakan, operasi militer penjajah Zionis Israel di Gaza tidak akan bisa mencapai tujuannya menghancurkan Hamas.



“Untuk menguasai Gaza, Israel harus mencapai gencatan senjata jangka panjang dengan gerakan perlawanan Hamas. Hanya itu yang bisa dilakukan,”kata Shavit dalam sebuah wawancara dengan Channel 10.

Mantan intelijen itu menilai, Israel berusaha menghapus mitos mereka untuk mengalahkan Hamas pada perang kali ini. Namun hal itu tidak akan terwujud,” Middle East Monitor (MEMO) melaporkan seperti diberitakan Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dia mengatakan, dengan membunuh para pemimpin Hamas, Israel akan bisa memaksa gerakan perlawanan Palestina menyerah. Namun, fakta dilapangan justru menunjukkan, gerakan itu justru semakin bersemangat membalas serangan Israel dan tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah.

Menurut Shavit, perang kali ini sangat menentukan nasib Palestina dan Israel sendiri. Siapa yang menang dalam permainan ini adalah yang paling cerdas,”tuturnya.

Dia menjelaskan, selama menjabat sebagai Kepala Mossad 1989 dan 1996, ia sejak awal fokus pada operasi pembunuhan pembunuhan para pemimpin Hamas, namun semua itu gagal.

Salah satu unsur penting bagi keberhasilan operasi apapun adalah menargetkan kerusakan pada struktur organisasi melalui pembunuhan pemimpin mereka. Namun hal itu tidak berlaku untuk Hamas karena setiap terbunuh pemimpinnya, pasti akan ada pemimpin pengganti yang lebih hebat.

Ketika ditanya tentang upaya pembunuhan terhadap Al-Qassam Brigade, Mohammed Dhaif, Shavit mengatakan,

“Hamas sangat mencintai dan berburu kematian, sementara Israel sangat mencintai kehidupan dan berusaha sekeras mungkin untuk tetap hidup. Inilah perbedaan utama tentara Palestina dan Israel”.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...