Langsung ke konten utama

Ribuan Massa Penolak LGBT : "Allahu Akbar, Kami tak akan Diam Lihat Kaum Gay Pesta Seks”

Ribuan Massa Penolak LGBT : "Allahu Akbar, Kami tak akan Diam Lihat Kaum Gay Pesta Seks" 

berliannews - Rencana pesta seks pada malam tahun baru oleh komunitas Gay alias LGBT, direspon oleh sejumlah organisasi massa di Balikpapan Kalimantan Timur (kaltim).

Kemarin, Jumat (22/12), sejumlah perwakilan organisasi massa (ormas) keagamaan, lembaga adat, dan organisasi kemahasiswaan menyerukan takbir mengecam rencana pesta seks saat malam Tahun Baru 2018.

“Allahu Akbar. Kami tidak akan diam. Jika mereka berani pesta seks, maka kami akan bertindak. Mereka yang gay, kami menyebutnya kaum sodom. Ingat, jangan sekali-kali mengotori Kota Beriman,” tegas Ketua DPD Kaltim Laskar Pangeran Antasari, Muhammad.

Ormas lain yang menegaskan penolakan terhadap lesbi, gay, biseks, dan transgender (LGBT), yakni Annas, Front Pembela Islam (FPI), Laskar Adat Kutai, Laskar Paser, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Forum Pembauran Kebangsaan, Aliansi Muslim Bersatu, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Balikpapan.



Sebelum bertandang ke redaksi Balikpapan Pos (jawapos grup/fajar), mereka sudah berkoordinasi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pernyataan sikap menolak rencana pesta seks dan keberadaan kaum sodom di Kota Beriman.

Kaum sodom, kata Muhammad, jangan pongah kendati sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan pasal 284, 285 dan 292 KUHP tentang Perzinahan, Pemerkosaan, dan Pencabulan Anak.

Komunitas gay, beberapa waktu lalu telah berkumpul dan mengagendakan bakal menggelar pesta seks untuk merayakan malam tahun baru sekaligus bentuk kemenangan langkah awal di MK.

“Kami siap pasang mata dan telinga. Kalau mereka berani berbuat seperti itu (pesta seks, Red), kami akan usir mereka dari Kota Beriman,” pungkasnya.

Fajar dari Annas Balikpapan mengingatkan kepada para pemangku kebijakan akan konsekuensi Beriman disematkan sebagai moto Balikpapan. Beriman, menurutnya, jangan semata slogan namun harus menunjukkan masyarakat yang benar-benar bertakwa kepada Ilahi.

Abdul Rais mewakili GNPF-MUI mengungkapkan, pongahnya kelompok sodom dikarenakan putusan MK yang semestinya berani mengambil terobosan. Sekalipun membuat putusan yang bersifat penetapan norma, dia yakin hal tersebut bukan suatu kesalahan MK.

“Intinya pemerintah tidak tegas. Dan di balik perilaku sodom ini, ada upaya sistematis serta masif. MK tolak perkara disidangkan, kini tinggal legislatif. Maka kita tunggu dan akan kami kawal terus,” tekad Rais.

Rais mengingatkan masyarakat akan azab yang dijatuhkan Allah SWT terhadap kaum sodom di Kota Pompeii. Kaum Nabi Luth itu terkena azab dan matinya dengan posisi sebagaimana mereka melakukan perilaku seks menyimpang berhubungan dengan sesama jenis. Warga Balikpapan, tentu tidak ingin azab seperti itu menimpa akbiat perbuatan segelintir kelompok LGBT.

“Kami mengutuk keras kaum sodom dan minta aparat untuk tidak mengeluarkan izin apa pun terhadap perilaku menyimpang tersebut,” tandasnya.

Ketua DPW FPI Balikpapan, Habib Umar menegaskan akan melakukan sweeping, jika kaum LGBT berani mengotori Kota Beriman.

Kepada aparat, dia meminta untuk segera bertindak atau masyarakat yang akan turun ke jalan. Terkait putusan MK, dia mencurigai para hakimnya ada yang main mata, apalagi ini menyangkut kucuran dana asing sebagaimana yang ditengarai mantan Ketua MK Mahfud MD.

“Pemerintah harus tegas, di Balikpapan bikin perda larangan bagi kaum sodom. Dan FPI akan meminta MK untuk meninjau kembali putusannya, besok (hari ini, Red) kami akan rapat untuk hal itu,” papar dia.

Pendapat lain atas penolakan kaum gay yang dicap sebagai kaum sodom dilontarkan Ketua Laskar Adat Kutai, Rahim; M Ulil Amri dari KAMMI, Nazaruddin mewakili Laskar Adat Paser, Alimin dari Aliansi Muslim Bersatu, serta Bram Ibrahim dari Laskar Adat Kutai Barat.

“Putusan MK Itu belum final. Dan mereka (LGBT, Red) jangan macam-macam di tanah leluhur kami, karena agama dan adat kami junjung tinggi. Di Singapura pun, UU Gay ditolak. Jadi, jangan sampai Balikpapan yang sudah kondusif situasinya, tidak terkendali karena ulah kaum sodom,” tegasnya.

Kemarin diberitakan, kepolisian harus memasang mata dan telinga di berbagai tempat saat perayaan malam Tahun Baru 2018. Komunitas lelaki seks lelaki (LSL) yang biasa disebut masyarakat sebagai kaum gay, beberapa waktu lalu berkumpul merencanakan gelaran pesta seks. Informasi yang dihimpun Balikpapan Pos pada Kamis (21/12), pertemuan tersebut dihadiri komunitas gay dewasa maupun anak-anak.

“Waktunya sudah fix saat malam tahun baru, tinggal soal tempat masih belum pasti,” ujar sumber terpercaya media inikemarin. Dia mengatakan, pesta seks sesama lelaki ini bukan semata untuk merayakan malam pergantian tahun 2017 dan datangnya tahun 2018.

“Mereka sekaligus merayakan kemenangan atas keputusan MK soal zina LGBT,” sebutnya lagi.

Putusan MK, kata sumber Balikpapan Pos, dinilai merupakan langkah maju karena berikutnya jaringan komunitas gay nasional tengah berjuang tataran legislatif agar perbuatan zina tak masuk ranah pidana. Lebih gilanya lagi, jaringan tersebut berharap pernikahan sesama jenis kelak akan diakui di Indonesia.

“Itu perjuangan langkah panjang. Yang jelas, jaringan komunitas gay nasional mendapat funding luar negeri untuk memperjuangkan hak-haknya,” beber dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...