Langsung ke konten utama

TEGANG..!! AMERIKA SERIKAT Tetap Menolak Resolusi Dewan Keamanan PBB Tarik Status Yerusalem

TEGANG..!! AMERIKA SERIKAT Tetap Menolak Resolusi Dewan Keamanan PBB Tarik Status Yerusalem

berliannews - Amerika Serikat menolak Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menarik keputusan Presiden AS Donald Trump atas pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, AS menjadi negara satu-satunya yang menolak resolusi tersebut.

“Apa yang kita saksikan di sini, di Dewan Keamanan, adalah sebuah penghinaan. Ini tidak akan dilupakan,” ujar Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, setelah dilakukan pemungutan suara, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/12).

Ia mengatakan bahwa itu adalah veto pertama yang dikeluarkan oleh AS dalam lebih dari enam tahun belakangan.

“Fakta bahwa veto yang sedang dilakukan ini untuk membela kedaulatan Amerika dan untuk mempertahankan peran Amerika dalam proses perdamaian Timur Tengah, bukanlah sumber rasa malu bagi kita,” kata Haley.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, sudah menduga dan yakin keputusan menolak resolusi memang akan diambil oleh AS. “Saya yakin resolusi tersebut akan diveto,” ujar Danon.

“Kami meminta semua pihak untuk datang dan bernegosiasi, itulah satu-satunya cara untuk melangkah maju. Bukan datang ke Dewan Keamanan atau ke Majelis Umum PBB, itu buang-buang waktu. Satu-satunya cara untuk melangkah maju adalah dengan negosiasi langsung,” tambahnya.

Utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengatakan dalam forum DK PBB tersebut bahwa situasi telah menegang sejak Trump mengambil keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Kamis (7/12) lalu.

“Setelah keputusan Amerika Serikat … situasinya menjadi lebih tegang dengan meningkatnya insiden, terutama roket yang ditembakkan dari Gaza dan bentrokan antara orang-orang Palestina dan pasukan keamanan Israel,” tukas Mladenov.

Dalam draft resolusi yang diajukan oleh Mesir itu mengungkapkan “penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem”. Isi draft juga menyerukan agar semua negara menahan diri untuk tidak mendirikan perwakilannya di Yerusalem.

Draft itu “menegaskan bahwa setiap keputusan dan tindakan yang dimaksudkan untuk mengubah karakter, status atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem tidak memiliki efek hukum, batal dan tidak berlaku, dan harus dibatalkan dengan resolusi Dewan Keamanan yang relevan”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...