Langsung ke konten utama

VIRAL!! Batalkan Keputusan Jendral Gatot Nurmantiyo, Begini Komentar ‘Mengejutkan’ Roy Suryo

VIRAL!! Batalkan Keputusan Jendral Gatot Nurmantiyo, Begini Komentar ‘Mengejutkan’ Roy Suryo


berliannews - Marsekal Hadi Tjahjanto selaku Panglima Baru TNI menganulir rotasi 16 perwira TNI yang sebelumnya diputuskan oleh Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu yang lalu.

Keputusan itu termuat dalam surat keputusan Hadi bernomor Kep/928.a/XII/2017 tertanggal 19 Desember, menggantikan surat yang diterbitkan Gatot sebelumnya bernomor Kep/982/XII/2017 tertanggal 4 Desember.

Salah satu jabatan yang dianulir oleh Hadi, adalah pemberhentian Letjen TNI Edy Rahmayadi sebagai Pangkostrad. Sedangkan mutasi 15 perwira lainnya dibatalkan, dan 28 perwira TNI lainnya dilakukan rotasi.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo tak banyak menanggapi keputusan Hadi soal pembatalan dan pengangkatan mutasi ini. Roy berharap, dengan adanya keputusan tersebut, Hadi tetap bisa menjaga soliditas TNI.

“Yang paling utamanya adalah tetap menjaga soliditas TNI selaku pengawal dan penjaga garda terdepan bangsa, itu saja,” ujar Roy saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Rabu (20/12).

Selain itu, Roy juga berharap keputusan Hadi sudah dipikirkan secara matang. “Memperhitungkan segala pros and cons-nya,” kata Roy.
Dianulirnya pemberhentian Edy berdampak pada beberapa jabatan lainnya di jajaran TNI AD. Mayjen TNI Sudirman yang diproyeksikan menggantikan Edy sebagai Pangkostrad diputuskan tetap menjabat sebagai Asops KSAD.

Sekadar diketahui, ada 85 perwira yang dimutasi oleh Jenderal Gatot Nurmantyo. Sebanyak 16 di antaranya dibatalkan Hadi. 16 perwira tersebut terdiri dari 12 perwira Angkatan Darat dan 4 perwira Angkatan Laut. Tidak ada pembatalan mutasi di tubuh Angkatan Udara.
Beberapa pejabat yang dirotasi, di antaranya Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI yang sebelumnya dijabat oleh Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, kini diganti oleh Marsda Kisenda Wiranata Kusuma. Sementara Ilyas kini menjabat sebagai staf khusus Kasad.

Sedangkan, posisi Kisenda yang sebelumnya menjabat Aspam Kasau, sekarang digantikan oleh Marsma Dwi Fajariyanto. Posisi Dwi yang sebelumnya menjabat Waaspam Kasau, kini digantikan oleh Marsma Petrus Bagia Putranto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...