Langsung ke konten utama

Hebooh soal Kabar Perceraian Ahok dan Veronica, Ini Komentar Najwa Shihab




Hebooh soal Kabar Perceraian Ahok dan Veronica, Ini Komentar Najwa Shihab

berliannews - Hari ini publik digegerakan dengan munculnya surat gugatan cerai Basuki Tjahaja Purnama kepada sang istri, Veronica Tan.

Kabar ini dibenarkan oleh pengacara Ahok Josefina Agatha Syukur, dari Law Firm Fifi Lety Indra & Partners.

Surat gugatan cerai dari Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan, telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat (5/1/2018).

Kabar ini tak elak membuat heboh masyrakat bahkan menjadi trending topic Twitter.

Banyak orang berharap agar kabar yang beredar luas ini hanyalah hoax.

Jurnalis sekaligus pemandu acara Najwa Shihab pun tak ketinggalan memberikan komentarnya.

Najwa mengaku prihatin atas kabar yang harusnya menjadi ranah privat Ahok.

"Itu masalah private ya, bukan konsumsi publik, jadi saya prihatin dan seharusnya itu jadi ranah private Ahok," kata Najwa melansir Tribunnews.com ditemui usai konferensi pers Mata Najwa, di kawasan Tendean, Senin (8/1/2017).

Kendati demikian, ia berujar bahwa masih banyak isu politik yang jauh lebih penting dibanding hal tersebut.

Najwa pun berencana membahasnya lebih lanjut dalam program tayangan Mata Najwa, yang kini kembali tayang di layar kaca.

"Masih banyak isu penting harus diperhatikan, soal pilkada, soal money politic, soal mahar politik, soal hukum, Novel Baswedan yang sudah beberapa bulan ini tidak jelas. Ada begitu banyak isu yang seharusnya di perhatikan," katanya.

"Itu tugas wartawan untuk mengangkat isu yang penting dan tidak mengaburkan isu-isu tersebut dengan isu yang sebenarnya kurang baik," lanjutnya.

Lebih jauh, Najwa mengajak awak media di tanah air untuk bijaksana dalam menginformasikan isu yang beredar belakangan ini.

"Kalau bicara politisi, pasti akan banyak rumor yang beredar ya, justru tugas kita untuk melihatnya secara lurus saja, kalau kemudian kita ikut hanyut dalam berbagai rumor, hoax, dan fitnah menurut saya justru kita jadi penyebar dan bukan pengobat. Itu tantangan kita untuk membuat hal penting menjadi menarik sehingga publik melihat itu penting," katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...