Langsung ke konten utama

Joshua Suherman Lakukan Penistaan Agama, Sekjen MUI Haramkan Tonton Stand Up Comedy



Joshua Suherman Lakukan Penistaan Agama, Sekjen MUI Haramkan Tonton Stand Up Comedy

berliannews - Wakil Sekjen MUI Ustadz Tengku Zulkarnain mengeluarkan fatwa terkait penghinaan yang dilakukan Joshua Suherman kepada Islam. Dia menyatakan haram menonton acara Stand Up Comedy

Hal itu ditulis oleh Tengku dalam akun twitternya, Rabu, 10 Januari 2018.

@ustadtengkuzul: Jika Acara Menghina Agama Islam oleh Artis Joshua dkk Dilakukan di Acara Stand-Up Comedy, maka Seluruh Umat Wajib Meninggalkan dan Haram Menonton Acara Itu. Saya Fatwakan Demikian, Semoga Seluruh Famili dan Murid-Murid Saya Dapat Paham dan Melaksanakannya

Amin. #siapapeduliagama?


Seperti diketahui, mantan artis cilik Joshua Suherman melakukan penistaan agama saat tampil di acara Stand Up Comedy. Dia membandingkan ketenaran Cherly Juno dan Anisa Rahma. Kedua wanita itu adalah mantan anggota Cherrybelle.

Joshua menyebut apabila Cherly tidak bisa memanfaatkan posisinya sebagai chief, untuk memperoleh ketenaran.

"Skillnya juga tipis-tipis kan? Skill ngedance tipis-tipis. Cantik relatif."

"Gue berpikir kenapa Anisa lebih unggul dari Cherly?""

Tidak sama dengan Anisa, yang bahkan hingga dipuji-puji kecantikannya oleh banyak orang.

Joshua lalu menyampaikan, Anisa lebih tenar dikarenakan Anisa adalah orang Islam.

"Makanya, Che....Islam!" kata Joshua yang ditertawakan penonton.

Para penonton sudah ada yang tertawa, namun banyak pula yang berteriak “huuuu” dalam Joshua.

"Allahu Akbar..Allahu Akbar!" kata seorang laki-laki bertopi merah. "Takbir!" sembari tertawa-tawa.

Joshua melanjutkan, "Di Indonesia ada sesuatu yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun....Mayoritas!" katanya disambut gelak tawa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...