Langsung ke konten utama

Ketum PDIP Tunjuk Putra KH Maimoen Zubair Jadi Cawagub Jateng





Ketum PDIP Tunjuk Putra KH Maimoen Zubair Jadi Cawagub Jateng

berliannews - PDI Perjuangan menunjuk putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, Taj Yasin Maimoen, sebagai calon wakil gubernur di Pilkada Jateng. Taj akan mendampingi Ganjar Pranowo, yang kembali diusung sebagai Cagub.

Penunjukan tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Ahad (7/1). Ganjar yang mengenakan jas merah dipadu kemeja putih dan celana panjang hitam tidak didampingi oleh wakilnya yang masih dalam perjalanan.

"Kita 'fight' sekarang, kita jadikan lagi. Untuk Jateng yang pertama tetap Pak Ganjar Pranowo," kata Megawati.

Sementara penunjukan Taj Yasin Maimoen sebagai cawagub, menurut Megawati, ia sudah berkomunikasi dengan KH Maimoen Zubair yang merupakan kyai sepuh NU. "Orangnya keren lho, umurnya 35, putra KH Maimoen Zubair," kata Megawati.

Mega sempat menceritakan kedekatannya dengan kalangan NU, bahkan ia mengatakan akrab dengan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Jadi pada awal reformasi, saya sudah akrab dengan yang namanya Gus Dur. Kami punya pandangan yang sama tentang kebangsaan. Keluarga besar saya itu Muhammadiyah dari Bengkulu dari pihak ibu, jadi persahabatannya akrab," ujar Mega.

PDI Perjuangan mendeklarasikan lima pasangan cagub-cawagub yang akan maju pada Pilkada Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan penugasan untuk Kalimantan Timur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...