Langsung ke konten utama

Ustadz Abdul Somad Beberkan Cara Nabi Muhammad SAW Sembuhkan LGBT



Ustadz Abdul Somad Beberkan Cara Nabi Muhammad  SAW Sembuhkan LGBT

berliannews - Guna membantah klaim segelintir orang yang menyatakan lgbt sebagai pemberian Tuhan, Ustadz Abdul Somad memaparkan satu kejadian penting tentang bagaimana Nabi Muhammad sebagai manusia mulia paling berpengaruh di dunia ini dalam memberikan terapi kesembuhan bagi pengidap penyimpangan ini.

Pencegahan

Nabi Muhammad melakukan tiga tindakan. Sebelum, ketika, dan setelah mengidap. Di tahap pencegahan ini, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melakukan pengasingan.

Kisahnya, datanglah seorang laki-laki yang mengenakan inai di tangannya. Padahal, inai merupakan hiasan bagi kaum perempuan.

"Ini dia musti diasingkan. Tempat pengasingannya dinamakan naqi', sedangkan tempat kuburan namanya baqi'." kata Ustadz Abdul Somad saat menjadi nara sumber Fakta TV One LGBT Antara HAM dan Agama pada Senin (8/1/18) malam.

Hukuman

Islam tidak langsung memberikan hukuman. Hukuman diberikan setelah pelaku benar-benar terjangkiti dan enggan diterapi untuk mendapatkan kesembuhan.

"Ada hukum setelah terjadi. Kalau kamu melihat ada orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth. Nah ini setelah terjadi. Berarti ada tindakan di sana. Ada action." lanjutnya menerangkan.

Laknat Allah

Sebagai konsekuensi langsung dari Allah sebagaimana ditimpakan kepada kaum Nabi Luth ialah laknat dari Allah karena mereka menolak bertaubat bahkan menantang ajaran Nabi.

Laknat yang diberikan amatlah pedih. Bumi dibalik, mereka ditenggelamkan, setelah sebelumnya dihujani dengan batu-batu khusus yang terdapat nama para pelaku penyimpangan.

"Ada laknat yang luar biasa. Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki." tegasnya.

Di dalam hukum Islam ini terletak keindahan dan aturan yang jelas, tidak langsung memberikan hukuman. "Ada langkah-langkahnya, bukan main pancung-bunuh saja." pungkasnya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...