Langsung ke konten utama

Waduh Senjata Makan Tuan, Rudal Korut Hantam Kotanya Sendiri

Waduh Gagal Meluncur, Rudal Korut Hantam Kotanya Sendiri

berliannews - Sebuah rudal Korea Utara dilaporkan menghantam salah satu kotanya sendiri, setelah gagal beberapa menit saat peluncurannya.

Pejabat Amerika Serikat mengatakan rudal balistik jarak jauh Hwasong-12 pada awalnya diperkirakan mengalami gangguan pada pertengahan peluncuran, saat ditembakkan pada 28 April tahun lalu.

Namun, data baru menunjukkan bahwa rudal tersebut mendarat di kota Tokchon, sekitar 90 mil sebelah utara ibu kota Korea Utara, Pyongyang. Tokchon berpenduduk sekitar 200.000 orang.

Rudal tersebut kemungkinan meledak akibat benturan, menyebabkan kerusakan yang signifikan pada kompleks bangunan industri atau pertanian, tulis majalah The Diplomat, mengutip sumber intelijen AS ditambahkan citra satelit.

Setelah diluncurkan dari lapangan terbang Pukchang, rudal tersebut terbang sekitar 24 mil ke timur laut, kata laporan tersebut, di mana rudal tersebut terbang tidak lebih tinggi dari sekitar 43 mil.

Dilansir Independent, Jumat, 5 Januari 2018, sumber pemerintah AS mengatakan mesin tahap pertama rudal tersebut gagal sekitar satu menit setelah diluncurkan.

Bahan bakar cair rudal dapat menyebabkan ledakan besar saat gagal, dan citra satelit dari Google Earth diambil setelah tes menunjukkan area yang bersih di mana bangunan pernah berdiri dan merusak rumah kaca yang disebabkan oleh puing-puing.

Namun, seperti yang ditunjukkan oleh publikasi tersebut, tidak mungkin untuk memverifikasi apakah 'kecelakaan' yang tidak disengaja tersebut menyebabkan kematian karena sifat rahasia rezim Korea Utara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya

Di Acara E-Talk Shouw tvOne, Anies Baswedan : Alexis Beres, Reklamasi Tunggu Kejutannya  berliannews - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi perhatian publik luas setelah gebrakannya menutup Alexis yang gubernur-gubernur sebelumnya tak bisa. Kejutan Anies menutup Alexis ini akan berlanjut dengan kejutan berikutnya menghentikan Reklamasi. Hal ini disampaikan Anies saat bincang-bincang di acara E-TALK SHOW di tvOne pada Jum'at (3/11/2017). Host tvOne: "Anies tidak melanjutkan izin Alexis. Banyak loh Pak yang sebelumnya pesimis 'gak mungkin Anies bisa menutup Alexis'. Tapi ternyata terealisasi." Anies: "Memang tugas kita seringkali adalah mengecewakan mereka yang pesimis. Bagi yang pesimis kecewa tuh lihat penutupan Alexis." (tepuk tangan penonton pun membahana). Host tvOne: "Apa gak takut dengan 'Orang Besar' yang membekingi?" Anies: "Orang-orang besar adalah orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan bes...

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa.....

Galau karena Percintaan Bukan, Rina Nose Mengaku Lepas Jilbab Tanpa..... berliannews - Kurang dari dua puluh empat jam nama presenter kocak Rina Nose menjadi trending topik Twitter. Bahkan di satu unggahan foto Instagram milik Rina telah memperoleh komentar lebih dari 80 ribu komentar. Ya, Rina Nose menjadi sorotan netizen karena keputusannya kembali untuk tidak mengenakan hijab menjadi viral. Hal ini pada mulanya ia kabarkan melalui unggahan Instagram, Kamis (9/11/2017). Selanjutnya kabar ini semakin terbukti dengan tampilnya Rina dalam salah satu acara kontes dangdut di salah satu stasiun TV. Rina terlihat tidak mengenakan hijabnya lagi. Dalam unggahan Instagram, Rina menjelaskan perubahan tersebut ia lakukan pasca mengalami peristiwa dan pemikiran yang panjang dan berubah. Ia juga menjelaskan kalau ketetapan hatinya berubah seiring pengalaman batin. Rina juga meminta agar kekecewaan orang-orang lantaran keputusannya melepas hijab tidak menjadi...

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan"

Kata Mereka Penjajah Disebut "Radikal - Muslim Fanatik", Tapi Bagi Bangsa Indonesia Merekalah Adalah "Pahlawan" berliannews - Para pejuang kemerdekaan Indonesia oleh PENJAJAH mereka dicap dengan sebutan "RADIKAL". Karena mereka berani melawan PENJAJAHAN. Tak seperti golongan lain yang "santun", manut, dan nrimo bahkan mau bekerjasama dengan KOLONIAL. Tapi kaum "RADIKAL" inilah adalah PAHLAWAN bangsa Indonesia yang mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Begitu juga saat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang hendak dijajah kembali oleh Belanda yang dikenal dengan Agresi Militer. Mereka yang MELAWAN dengan kekuatan seadanya namun YAKIN dengan PERTOLONGAN ALLAH, oleh kaum Penjajah kelompok ini dicap "MUSLIM FANATIK". Hari ini, 72 tahun lalu... Perlawanan dan pertempuran heroik di Surabaya 10 November 1945 dengan pekikan TAKBIR yang dipimpin Bung Tomo, oleh media barat dicap “Muslim Fanatics”. Demi...